AI Bisa Bantu Revitalisasi Bahasa Ibu

  • 21 Sep 2026 12:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Bahasa ibu perlu terus digunakan dan diwariskan agar tetap hidup antar generasi. Hal tersebut dibahas dalam dialog interaktif RRI Surakarta pada Kamis, 17 September 2026 bersama komunitas S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah UNS.

Alumni S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah UNS, Ayu Candra Dewi, mengatakan bahasa ibu dikenalkan sejak lingkungan keluarga. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam mengenalkan bahasa daerah sejak dini.

"Bahasa Jawa perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Pengenalan juga mencakup aksara Jawa dan unggah-ungguh bahasa, " ucapnya.

Dosen S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah UNS, Kenfitria Dwi Wijayanti, menyoroti perubahan penggunaan bahasa Jawa. Anak muda dinilai semakin sering menggunakan bahasa campuran dalam pergaulan.

Kenfitria mengatakan penggunaan bahasa perlu disesuaikan dengan situasi dan lawan bicara. “Kita harus bisa menempatkan diri atau empan papan,” ujar Kenfitria.

Sementara itu, Favorita Kurwidaria melihat AI sebagai peluang sekaligus tantangan bagi bahasa daerah. Teknologi dapat membantu mencari referensi dan sumber belajar bahasa Jawa.

"Saya menemukan kesalahan AI dalam penulisan bahasa Jawa dan aksara Jawa. Karena itu, penggunaan teknologi tetap membutuhkan pendampingan dari orang yang memahami kaidah bahasa, " ujarnya.

Dewi Pangestu Said mengatakan revitalisasi bahasa tidak cukup mengandalkan jumlah penutur. Menurutnya, kualitas penggunaan bahasa dan pemahaman unggah-ungguh juga perlu diperhatikan.

" AI dapat membantu membiasakan masyarakat menggunakan bahasa Jawa. Namun, pengembangan teknologi perlu diarahkan agar mampu memahami bahasa Jawa secara tepat, " katanya.

Ayu juga mengembangkan program berbasis AI untuk mengenalkan aksara Jawa kepada generasi muda. Program tersebut terus diperbarui berdasarkan temuan dan kebutuhan pembelajaran.

Para narasumber juga menekankan pentingnya mempertahankan berbagai dialek bahasa Jawa. Kenfitria mengatakan dialek merupakan identitas yang perlu dilestarikan sesuai konteks penggunaannya.

Perguruan tinggi turut berperan melalui penelitian, kajian, dan pengabdian masyarakat. Favorita mengatakan pendidikan bahasa menjadi bagian penting dalam pelestarian serta pengembangan bahasa daerah. (CA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....