Satria Buana Rawat Tari Putra Jawa
- 14 Sep 2026 11:20 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Komunitas Tari Putra Satria Buana hadir untuk merawat tradisi tari Jawa klasik. Hal tersebut dibahas dalam Obrolan Komunitas, Senin 7 Sepetember 2026.
Satria Buana berdiri pada 19 Desember 2025 di Jakarta. Komunitas ini terbentuk setelah para penari putra menemukan banyak pria yang mencintai tari.
Founder Satria Buana, Nuke Galdira, mengatakan komunitas menjadi wadah berbagi pengalaman dan mengembangkan diri. Komunitas juga berkomitmen menjaga tradisi tari Jawa klasik putra.
Nama Satria Buana memiliki filosofi tersendiri bagi komunitas tersebut. Satria dimaknai sebagai penjaga, sedangkan Buana berarti bumi.
Karena itu, anggota diharapkan menjadi penjaga negeri melalui pelestarian seni budaya. Fokus utama komunitas ialah tari Jawa klasik putra.
Satria Buana juga hadir menjawab stigma dan keterbatasan ruang bagi pria yang menyukai tari. Komunitas mendorong pria tidak takut mengembangkan bakat dan melestarikan tradisi.
Founder Satria Buana, Hasto Nugroho, mengatakan usia bukan penghalang untuk kembali menari. “Jangan pendam bakat-bakat ataupun skill menari,” ujar Hasto.
Dalam pengembangannya, komunitas tetap mempertahankan identitas sebagai penari klasik putra. Hasto mengatakan Satria Buana tidak diarahkan pada tari kontemporer.
Pelatih Satria Buana, Widhie Antoni, menjelaskan tari putra Jawa memiliki karakter gagah dan alus. Komunitas lebih memfokuskan diri pada tari klasik putra alus.
Kegiatan komunitas juga menjadi ruang untuk saling mendukung sesuai kemampuan masing-masing. Bahkan, anggota yang tidak menari tetap dapat bergabung dan membantu komunitas. (CA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....