Menguak Pesan di Balik Menghadang Kubilai Khan
- 29 Agt 2026 12:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SURAKARTA – Novel Menghadang Kubilai Khan menyimpan pesan tentang persatuan dan ketahanan bangsa. Karya A.J. Susmana tersebut mengangkat latar sejarah Singasari dan perlawanan terhadap kekuatan Mongol. Hal tersebut dibahas dalam Obrolan Komunitas RRI Surakarta, Kamis, 27 Agustus 2026. Program menghadirkan Prof. Dr. Bani Sudardi, Dr. Jarot Kristianto, Dr. Sawitri, dan A.J. Susmana.
A.J. Susmana mengatakan novel tersebut tidak hanya menghadirkan kisah sejarah. Ia juga memasukkan pesan yang relevan dengan kondisi bangsa saat ini.
Menurut Dr. Jarot Kristianto, terdapat pesan tersirat yang perlu dipahami pembaca. “Ada pesan-pesan secara implisit yang disampaikan dari buku ini terkait keadaan negara kita saat ini,” kata Jarot.
Jarot mengatakan pemahaman sejarah Nusantara diperlukan untuk menangkap pesan dalam novel. Pembaca juga perlu melihat makna yang tersembunyi di balik cerita dan bahasa yang digunakan.
Prof. Bani Sudardi menyoroti keberanian Kertanegara menghadapi Kubilai Khan. Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan pentingnya keteguhan dalam mempertahankan kedaulatan.
Bani juga melihat konflik internal Singasari sebagai pelajaran bagi kehidupan berbangsa. “Kadang-kadang kita ini malah hancur bukan oleh musuh yang besar, tetapi oleh keluarga kita sendiri,” ujar Bani.
Menurut Bani, politik dalam cerita tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan kekuasaan. Politik juga berkaitan dengan bagaimana membangun bangsa bersama dan menciptakan keadilan.
Jarot menilai kekuatan bangsa sangat dipengaruhi komunikasi antara pemimpin dan masyarakat. “Bagaimana sebenarnya bangsa kita itu benar-benar bisa memiliki kekuatan, bisa memiliki kebersatuan,” ujar Jarot.
Ia mengatakan komunikasi politik yang hanya berputar di kalangan elite dapat melemahkan persatuan. Karena itu, hubungan antara pemimpin dan rakyat perlu dibangun secara lebih utuh.
Dr. Sawitri mengatakan karya tersebut menunjukkan bahwa sejarah masa lalu masih relevan dengan kondisi sekarang. Ia mendorong pembahasan novel agar dapat menjangkau anak muda dan masyarakat lebih luas.
Menurut para narasumber, Menghadang Kubilai Khan dapat menjadi bahan refleksi mengenai persatuan Indonesia. “Menghadang Kubilai Khan penting untuk dibaca supaya mendapatkan gambaran teori dan praktik untuk membangun negara yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” kata Bani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....