Kemenbud Siapkan APBN guna Revitalisasi Cagar Budaya Keraton Surakarta

  • 27 Agt 2026 22:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia terus menaruh perhatian besar terhadap pelestarian warisan peradaban di daerah.

Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memastikan sejumlah bangunan cagar budaya di wilayah Jawa Tengah, termasuk Keraton Kasunanan Surakarta, akan direvitalisasi secara masif.

Langkah konkret tersebut diambil lantaran banyaknya struktur fisik bersejarah di lingkungan keraton yang kini dalam kondisi memprihatinkan dan mulai tidak terawat.

Negara menegaskan kehadirannya untuk melindungi aset kekayaan bangsa melalui alokasi dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan tetap menghormati dinamika internal keraton.

"Jadi di Keraton Solo juga kita akan memulai revitalisasi karena banyak bangunan cagar budaya yang tidak terawat. Kita akan fokus pada pemugarannya secara fisik dan ditargetkan rampung pada akhir tahun ini," ujar Fadli Zon kepada awak media di Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Selain menyasar kompleks istana kebudayaan tersebut, kucuran dana pelestarian yang merupakan mandat direktif presiden ini juga dialokasikan untuk penataan ulang Situs Sangiran.

Total terdapat hampir dua ratus titik kawasan museum dan situs cagar budaya di penjuru tanah air yang masuk dalam daftar penerima perbaikan dari pemerintah pusat.

Menanggapi kabar tersebut, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi nyata yang dihadirkan oleh Kementerian Kebudayaan.

Ia merinci dukungan tersebut juga menyentuh perbaikan fasilitas penting lainnya di Kota Bengawan, yakni Museum Radya Pustaka dan Museum Keris Nusantara.

"Kraton Kasunanan, Museum Radya Pustaka, Museum Keris mendapatkan bantuan dari APBN untuk kembali dirasakan dampaknya. Intinya Kementerian Kebudayaan hari ini sangat mendukung pemerintah kota memajukan ekonomi budaya," kata Respati.


Lebih lanjut, ia menepis isu terkait rencana pemindahan lokasi Museum Radya Pustaka akibat adanya proyek revitalisasi dari pemerintah ini.

Respati memastikan perombakan infrastruktur tersebut murni dirancang untuk menyempurnakan tata letak agar masyarakat serta para pelajar semakin nyaman saat mempelajari sejarah peninggalan Nusantara. (Dania)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....