HISKI UNS Dukung Taufik Ismail Raih Nobel Sastra

  • 24 Agt 2026 17:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SURAKARTA – Himpunan Sarjana – Kesusastraan Indonesia (HISKI) Komisariat UNS mendukung Taufik Ismail untuk memperoleh Nobel Sastra. Dukungan dilakukan melalui pengumpulan kajian, tulisan akademik, dan sosialisasi kepada masyarakat.

Hal tersebut dibahas dalam Obrolan Komunitas RRI Surakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026. Acara menghadirkan Prof. Dr. Bani Sudardi dan Dr. Sugit Zulianto.

Ketua HISKI UNS, Prof. Dr. Bani Sudardi, M.Hum., mengatakan dukungan tersebut dilakukan secara terstruktur. HISKI mengonsolidasikan dukungan akademisi dari berbagai daerah di Indonesia.

“Taufik Ismail itu sebagai pengarang adalah boleh jadi pengarang yang multitalenta,” kata Bani. Ia menyebut karya Taufik mencakup puisi satir, kebangsaan, dan karya bernuansa religi.

Bani mengatakan sekitar 50 guru besar dan 50 doktor terlibat dalam penyusunan kajian. Tulisan yang terkumpul saat ini mencapai hampir 1.000 lembar.

“Karya tulis itu sekarang sudah terkumpul hampir 1.000 lembar,” ujar Bani. Dokumen tersebut akan menjadi bagian dari portofolio pendukung pengusulan Nobel Sastra.

Selain menghimpun tulisan, HISKI UNS juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Langkah tersebut dilakukan agar dukungan terhadap Taufik Ismail semakin dikenal masyarakat.

Pembina Ormawa Kesusastraan UNS, Dr. Sugit Zulianto, M.Pd., menilai karya Taufik Ismail relevan lintas generasi. Menurutnya, karya tersebut memuat tema kebangsaan dan ketuhanan yang tetap dekat dengan generasi sekarang.

“Karya-karya Taufik Ismail itu menjadi cermin yang tak pernah retak,” ujar Sugit. Ia mendorong mahasiswa menjadikan karya Taufik sebagai referensi dalam berkarya sastra.

Bani menilai rekam jejak Taufik Ismail mendukung upaya pengusulan tersebut. Taufik telah menerima sejumlah penghargaan dari Indonesia dan berbagai pihak di luar negeri.

“Ini adalah sebuah usaha untuk mengangkat derajat bangsa,” ucap Bani. Ia berharap Nobel Sastra dapat memperkuat posisi sastra Indonesia di tingkat internasional.

Sugit juga mengajak masyarakat mendukung upaya tersebut melalui apresiasi terhadap karya sastra Indonesia. Menurutnya, masyarakat dapat ikut membaca dan mengenalkan karya sastra kepada generasi muda.

“Mari kita terus baca, terus rawat, dan banggakan sastra Indonesia,” ucap Sugit. (CA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....