Interupsi Proyek Alternatif di Medan Seni Rupa

  • 17 Agt 2026 14:00 WIB
  •  Surakarta

RRI,CO.ID, SURAKARTA- Perjumpaan ide antara Poetra, Agus, Farid dan Rumah Banjarsari melahirkan projek seni alternatif yang kemudian dinamai INTERUPSI. Projek ini diwujudkan,dan dikerjakan, di halaman belakang Rumah Banjarsari sepanjang paruh akhir bulan Agustus 2026. INTERUPSI ini adalah projek alternatif.

Kealternatifan itu menjadi upaya mereka melakukan interupsi di medan seni rupa sekarang yang relatif berbungkus kesterilan, mewah, high tech, berselera urban, dan mahal. Interupsi mereka pada medan seni sederhana, hanya menunjukkan bahwa apa-apa yang seperti mereka ada, masih ada, dan selalu akan ada.

Interupsi yang utama dilakukan dalam INTERUPSI ini sebenarnya bukan pada medan seni rupa kita. Interupsi mereka pada kehidupan keseharian masyarakat kota yang lebih utama. Interupsi yang berisi suara-suara pengalaman sadar manusia-manusia yang melakukan perpindahan tempat dan mengada.

Sosok Agus berasal dari Banyumas dan Farid berasal dari Pati. Keduanya adalah pemuda desa yang dalam kehidupan keseharian mereka di rumah melakukan kegiatan umumnya warga desa. Mereka juga membantu orang tuanya bertani sebagaimana biasanya kawan-kawan mereka di desa (tentu bagi yang masih punya tanah garapan).

Keduanya harus keluar dari desa masing-masing untuk melanjutkan sekolah di ISI Surakarta. Mereka harus berpindah ke kota, Surakarta. Dari keterangan siaran pers Jumat 14 Agustus 2026 para perupa itu mengaku ada banyak keanehan yang harus mereka alami dan jalani sejak berada di kota Surakarta ini, yang banyak berbeda dari kebiasaan mereka di desa.

Mereka, dalam kehidupan sehari-hari, mengalami kesalahtingkahan menghadapi banyak hal baru yang belum pernah mereka temui sebelumnya di desa.

Dengan cepat mereka beradaptasi, bukan dengan menjadi seperti pemuda-pemuda kota dan budayanya begitu saja, bukan juga terhilang dalam pusaran kehidupan kota. Mereka hanya menjadi dirinya yang berada di tempat lain dan beradaptasi dengan cara hidup di tempat tersebut.

Mereka beradaptasi dengan cara bergaul yang berbeda dengan pengalaman mereka sebelumnya, dengan ritme hidup yang lebih cepat, dengan kepragmatisan, dengan perjumpaan-perjumpaan yang didasari kepentingan-kepentingan, dengan ketergantungan teknologi dalam hidup sehari-hari, dan sebagainya.

Interupsi merupakan proyek seni yang digagas oleh Rahmad Poetra, bersama dua seniman yaitu Agus Tri Wibowo dan Farid Aleyendra, tiga mahasiswa Program Studi Seni Murni ISI Surakarta yang berasal dari desa dan kini hidup serta berkarya di kota.

Berangkat dari pengalaman perpindahan desa ke kota, proyek ini mencoba melihat kembali hubungan keduanya yang selama ini kerap dipahami sebagai dua ruang yang berlawanan. Pengalaman beradaptasi merasa asing dan menemukan kebiasaan baru, hingga melihat kembali ruang tempat mereka berada menjadi

bagian dari proses penciptaan karya.

Dalam proyek ini, ruang terbengkalai di bagian belakang Rumah Banjarsari tidak hanya digunakan sebagai ruang pamer, tetapi juga sebagai medium dan rangsangan penciptaan karya. Interupsi menjadi upaya sederhana untuk menginterupsi cara pandang terhadap ruang, perpindahan, dan kehidupan sehari-hari serta memperhatikan hal-hal yang sering kali terabaikan.

Sedangkan acara seremoni pembukaan telah dilaksanakan pada Jumat 14 Agustus 2026 di Rumah Banjarsari Surakarta. Sementara untuk kegiatan pameran berlangsung hingga 31 Agustus 2026 mendatang . Selain itu pada tanggal 24 Agustus 2026 juga akan digelar diskusi Interupsi dengan pengisi Albertus Rusputranto. ( Ita /Turah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....