Menjaga Jejak Leluhur lewat Paguyuban Trah Mangkunegoro 1
- 13 Agt 2026 21:53 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SURAKARTA – Paguyuban Trah Mangkunegoro 1 menjadi wadah untuk mempererat hubungan keluarga besar keturunan Mangkunegoro 1 sekaligus melestarikan sejarah dan budaya Mangkunegaran. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan kemangkunegaraan, sosial, hingga pengenalan sejarah dan budaya kepada generasi muda.
Ketua Paguyuban Trah Mangkunegoro 1 dr. KRT. H. Wikan Basworo, MSc., Sp.FML., mengatakan keberadaan paguyuban merupakan tindak lanjut dari surat keputusan Kanjeng Gusti Mangkunegoro X untuk mengoordinasikan Trah Mangkunegoro 1. “Kita bentuk sebuah organisasi yang formal untuk nyengkuyung ke Mangkunegaran semua kegiatan kemangkunegaraan dan nyengkuyung kepada kemasyarakatan,” ujar dr. Wikan dalam program Obrolan Komunitas RRI Surakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Untuk memudahkan koordinasi anggota yang tersebar di berbagai daerah, paguyuban membentuk empat cabang, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten, Jawa Tengah dan DIY, serta Jawa Timur. Keberadaan cabang tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mempererat komunikasi dan mengembangkan kegiatan keluarga besar Trah Mangkunegoro 1.
Bendahara Paguyuban Trah Mangkunegoro 1 R.Ngt. Christina Irnawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog., CH., CT., mengatakan keberadaan paguyuban menjadi bagian dari upaya ngabekti kepada leluhur. Menurutnya, hubungan antarketurunan perlu terus dijaga agar sejarah keluarga dapat diwariskan kepada generasi berikutnya, “Kalau bukan kita, siapa lagi nanti untuk anak turun kita?” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Paguyuban Trah Mangkunegoro 1 KP. Drs. Indro Ismaryadi, M.Pd., menekankan pentingnya menggali kembali pitutur dan falsafah yang diwariskan para leluhur. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, perlu dikemas dengan cara yang sesuai agar tetap dapat dipahami dan diterapkan oleh generasi sekarang, “Kami ingin berusaha menggali lagi semaksimal mungkin pitutur-pitutur leluhur,” ujarnya.
Regenerasi menjadi salah satu perhatian paguyuban dalam menjaga keberlanjutan sejarah dan budaya Mangkunegaran. Generasi muda mulai dilibatkan dalam kepengurusan dan berbagai kegiatan, seperti belajar nembang, pengenalan sejarah, hingga napak tilas, sehingga mereka tidak hanya mengetahui garis keturunan, tetapi juga memahami nilai dan perjuangan leluhur.
Dalam mendukung pendataan keturunan, paguyuban memiliki buku babon atau buku induk yang memuat silsilah Trah Mangkunegoro 1 hingga Trah Mangkunegoro 7. Paguyuban juga membantu masyarakat yang memiliki hubungan keturunan dalam pengurusan Piagam Sentono, yang dalam kegiatan tersebut disampaikan kini tidak dipungut biaya sesuai kebijakan yang berlaku.
Pelestarian sejarah juga dilakukan melalui kegiatan napak tilas dan ziarah budaya, salah satunya ke wilayah Wonogiri yang memiliki sejumlah jejak perjuangan Raden Mas Said. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengenal kembali perjalanan sejarah sekaligus menggali nilai perjuangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan generasi masa kini.
Ke depan, Paguyuban Trah Mangkunegoro 1 akan terus mengembangkan kegiatan sejarah dan budaya dengan melibatkan lebih banyak generasi muda serta membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut dalam kegiatan pelestarian budaya. “Kita tidak memandang ini dari mana dan siapa, khususnya untuk generasi muda, kita ingin bersama-sama mendapat inspirasi supaya bisa berkegiatan lebih maju dan lebih bermartabat lagi,” kata dr. Wikan. (Citra)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....