Melestarikan Budaya, Warga Gunung Wijil Boyolali Gelar Tradisi Sadranan Saparan
- 10 Agt 2026 11:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Warga lereng Gunung Merbabu, tepatnya di Dukuh Gunung Wijil, Desa Gubug, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, kembali menggelar tradisi tahunan, Sadranan Saparan yang berlangsung di pemakaman umum setempat pada Jumat, 7 Agustus 2026.
Tradisi peninggalan leluhur yang rutin diadakan setiap penanggalan Jawa bulan Sapar ini menjadi momen penting bagi masyarakat lereng Merbabu untuk mendoakan para leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Tokoh masyarakat setempat, Sriyono, menyampaikan bahwa kegiatan Sadranan Saparan di area pemakaman tersebut memiliki makna mendalam bagi warga, termasuk wujud rasa syukur dan pengingat akan kematian.
"Tujuan Sadranan bulan Sapar ini yang pertama untuk mendoakan leluhur, ungkapan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, menjaga silaturahmi antarwarga, mengingatkan kita kepada kematian, dan melestarikan budaya warisan nenek moyang," kata Sriyono.
Ditambahkan Sriyono, dengan terus mengadakan tradisi rutin tahunan yang sudah dilakukan turun temurun ini, bisa membawa keberkahan bagi masyarakat serta diberikan kesehatan dan keselamatan.
"Harapannya, acara ini membawa berkah bagi warga, selalu diberi kesehatan, keselamatan, dan dimudahkan rezekinya," katanya menambahkan.
Antusiasme warga dalam menyambut tradisi turun-temurun ini terlihat dari kompaknya pelaksanaan secara kolektif di kawasan lereng Gunung Merbabu. Salah seorang warga setempat, Putut Tetuko, mengungkapkan bahwa tradisi ini terus dijaga demi kelestarian budaya hingga anak cucu.
"Kami sebagai warga di kawasan lereng Merbabu khususnya Dukuh Gunung Wijil menyelenggarakan acara ini secara kolektif, bergiliran antara bulan Sapar, Mulud, dan Ruwah. Antusias masyarakat tetap bagus sekali karena ini wujud nguri-nguri budaya luhur Jawa yang akan kita teruskan ke anak cucu. Semoga rutin dilaksanakan dan rezeki warga selalu lancar," ucap Putut Tetuko.
Rangkaian acara Sadranan Saparan ini berlangsung penuh khidmat dengan gotong royong warga yang memadati area makam sejak pagi hari untuk berdoa bersama. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....