Karya Lukis "Hoping" Wujud Kegelisahan Orang Tua dalam Mendidik Anak di Era Digital

  • 09 Agt 2026 05:19 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta- Kehadiran pelukis atau perupa tidak selalu menorehkan penanya untuk sesuatu yang menyenangkan. Pelukis juga menorehkan kegelisahan-kegelisahan hidup sebagai perenungan. Jika kegelisahan itu tak menemukan solusi, apalah arti hidup bagi seniman lukis. Sosok Miftakurahman seorang seniman lukis Surakarta yang aktif mengolah gagasan visual berbasis realis, ekspresionisme, dan kontemporer mengangkat isu-isu sosial kehidupan. Kali ini Miftakur andil dalam event Emparty Art Fest TBJT 4 - 10 Agustus 2026 dengan mengusung isu pola asuh di era digital.

Alumni seni rupa UNS Surakarta tahun 1995 yang akrab disapa Boy itu telah banyak mengikuti pameran diantaranya BCC HD Jakarta, Galeri Cemara Jakarta, Solo Artos, Pameran bersama pelukis Jateng, Pasaraya TBJT Jateng, Komunitas BSA Solo dan masih banyak lagi. Lukisan berjudul Hoping dalam pameran Emparty Art Fest kali ini mewadahi ketegangan dan keresahan orang tua dalam mendidik anak di era digital saat ini. Meski di satu sisi anak-anak sekarang menjadi lebih cepat dalam mendapatkan pengetahuan bahkan menjadio cerdas lebih cepat. Kemudahan pengetahuan dan informasi ternyata mampu merubah pola hidup, budaya dan tatanan masyarakat. Di sisi lain muncul kekhawatiran tentang moral lama yang semakin menipis seperti sopan santun dan toleransi.

" Orang tua era sekarang sudah tidak bisa menerapkan pola asuh atau cara mendidik anak dengan pola lama, hingga muncul kawatir anak tak punya etika, sopan santun dan toleransi, " kata Miftakur di sela pameran Jumat (7 Agustus 2026)

Laju teknologi informasi pada manusia yang berkembang cepat dan tak bisa di bendung dan dikendalikan lagi khususnya di dunia maya, ternyata langsung berdampak pada tatanan hidup manusia itu sendiri, baik pada pola hidup sosial dan budaya yang mulai perlahan menggeser pola lama. Kegundahan dan kekhawatiran ini sangat terasa terutama pada hubungan orang tua dan anak. Proses pola asuh,sikap orang tua dalam mendidik mulai ada ketegangan yang tinggi dan kehilangan arah dari pola yang lama, sedang si anak berjalan sendirian mencari arahnya untuk bisa menyesuaikan dengan perubahan zaman yang penuh dengan kemudahan,kecepatan,dan pengetahuan yang sedang mereka alami sekarang ini.

Anak-anak yang tidak bisa diam dan dituntut harus bisa menyesuaikan dengan zamannya. Ibarat mereka berjalan sendirian dengan harapan di hutan belantara, sedangkan orang tua mulai terputus dalam pola rantai asuhnya dari budaya dan norma lama. Bahkan orang tua hanya bisa melihat dan mengawasinya dari jauh dengan penuh asa.

Ditambahkan Miftakur, kekhawatiran tentang pendidikan moral itu mendorong para orang tua menitipkan anak-anaknya kepada madrasah . Harapannya anak mendapat pendidikan moral yang lebih baik. Dengan karya Hoping , pelukis ingin para orang tua kembali merenung, bagaimana seharusnya mendidik anak-anak mereka di era saat ini.

" Jadi lukisan ada gambar balon dan ikon media sosial itu menggambarkan para orang tua yang ikut mengejar harapan anak sekaligus menggambarkan tantangan . Orang tua tidak bisa membayangkan lagi anak-anak kelak akan menjadi apa. " Pungkasnya . ( Ita Wijayanti )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....