Makan Siang Sambil Berbusana, Kala Kebaya dan Kuliner Menyatu Hangat di Solo

  • 25 Jul 2026 18:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta — Suasana santap siang di Narendra Restaurant, The Sunan Hotel Solo, terasa beda dari biasanya. Tanpa panggung megah berbentuk T, deretan model justru melangkah anggun menyusuri sela-sela meja tamu. Dengan mengusung konsep table to table, para pengunjung dapat menikmati dari dekat keindahan tiap detail motif, potongan, hingga cantiknya lekuk wastra Nusantara.

Acara bertajuk Fashion and Luncheon yang digelar pada Kamis (23/7/2026) ini menghadirkan perpaduan apik antara kuliner khas dan pesona batik serta kebaya. Dalam gelaran kali ini, The Sunan Hotel Solo menggandeng label kenamaan Batik Danar Hadi yang dikenal konsisten merawat warisan budaya.

Melalui program bulanan yang rutin diadakan sejak tahun 2024 ini, hotel tersebut tidak hanya merayakan kebudayaan, tetapi juga membentangkan ruang kolaborasi bagi desainer lokal.

Strategic Advisor and Brand Director The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari, menceritakan bahwa batik dan kebaya merupakan ikon budaya yang sudah melekat kuat dengan Kota Solo. Menurutnya, pelestarian budaya semacam ini harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata, bukan sekadar slogan.

Semangat tersebut bahkan sudah diterapkan di lingkungan hotel jauh sebelum kebaya ditetapkan sebagai warisan budaya UNESCO. Hingga kini, seluruh karyawan hotel dari berbagai divisi tetap konsisten mengenakan kebaya setiap hari Kamis.

"Kami merasakan dukungan dan apresiasi yang luar biasa, terutama dari para tamu. Setelah kami konsisten berkebaya, mereka justru semakin terkesan dan semakin menyukai karakter Kota Solo sebagai kota yang identik dengan kebaya," ujar Retno di sela-sela acara.

Para model memeragakan busana kebaya koleksi deari Danar Hadi (Foto; RRi/SF)

Keunikan Fashion and Luncheon memang terletak pada konsep penyajiannya. Sambil menikmati hidangan makan siang, para tamu disuguhi peragaan busana yang terasa hangat dan personal.

"Para tamu menikmati hidangan sambil menyaksikan para model berjalan dari meja ke meja sehingga setiap detail busana dapat dinikmati secara lebih dekat," tambah Retno.

Dihadiri oleh sejumlah tokoh perempuan Kota Solo, pegiat budaya, hingga pecinta wastra Nusantara, acara ini juga menjadi momen manis dalam memperingati Hari Kebaya Nasional. Lebih dari sekadar peragaan busana, gelaran ini menjadi pengingat halus agar kebaya terus dirawat, dicintai, dan dikenakan dengan bangga sebagai identitas bangsa (SF)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....