Wilujengan Sultan Agung Teguhkan Peran Karaton Lestarikan Budaya Jawa

  • 19 Jul 2026 18:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Karaton Surakarta Hadiningrat kembali meneguhkan komitmennya sebagai pusat pelestarian budaya Jawa melalui penyelenggaraan Wilujengan Kholdalem ke-393 Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo. Upacara adat tersebut digelar di Bangsal Sewayana Sitihinggil, Karaton Surakarta Hadiningrat, Sabtu 18 Juli 2026.

Wilujengan menjadi tradisi tahunan untuk mengenang jasa Sinuhun Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo sekaligus memanjatkan doa kepada Allah SWT bagi para leluhur, keselamatan bangsa, masyarakat, dan kelestarian budaya Jawa.

Prosesi diawali dengan kirab ubarampe wilujengan dari Sasana Handrawina menuju Bangsal Sewayana Sitihinggil. Ubarampe berupa damayu, suruh ayu, sego gurih lengkap, dan ingkung menjadi simbol penghormatan kepada para leluhur dalam tradisi Karaton Surakarta.

Setelah ubarampe tiba di lokasi, rangkaian acara dilanjutkan dengan ujub, pembacaan tahlil, zikir, Syahadat Qures, serta Salawat Sultan Agungan. Tata cara tersebut merupakan pakem pelaksanaan wilujengan bagi raja, keluarga raja, maupun sentana di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat.

Sekitar 500 peserta yang terdiri atas abdi dalem, sentana dalem, dan masyarakat mengikuti upacara dengan mengenakan busana Jawi jangkep padintenan berwarna putih sesuai ketentuan adat.

Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, mengatakan jumlah peserta tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena bertepatan dengan padatnya agenda adat selama Bulan Suro.

"Tahun ini peserta sekitar 500 orang. Memang tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya karena selama Bulan Suro terdapat banyak kegiatan adat dan ziarah yang harus dilaksanakan. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar," ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Gusti Moeng itu menuturkan, haul Sultan Agung menjadi momentum memohon keberkahan bagi Karaton Surakarta agar tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai sumber kebudayaan Jawa.

"Kami berharap Karaton Surakarta senantiasa mendapatkan penerangan yang lebih baik sehingga dapat terus menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai sumber kebudayaan Jawa," ucapnya.

Ia menambahkan, tata cara adat dan pakem budaya Karaton hingga kini masih menjadi pedoman masyarakat Jawa dalam berbagai upacara adat. Karena itu, warisan budaya tersebut diharapkan tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Wilujengan Kholdalem Sultan Agung merupakan agenda adat yang rutin digelar Karaton Surakarta sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya, tradisi, dan kearifan lokal sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. (Ril/Ase)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....