Solo Punya Modal Besar Jadi Destinasi Wellness Berkelas Dunia
- 27 Jun 2026 14:36 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Kota Solo dinilai memiliki modal yang kuat untuk berkembang menjadi destinasi wisata wellness atau wisata kesehatan dan kesejahteraan berbasis budaya. Penilaian tersebut mengemuka dalam gelaran Festival Sukaria Jawa Jawi 2026 yang menjadi salah satu langkah menuju terwujudnya Solo sebagai Wellness City 2030.
Dalam Bincang Pagi Pro 1 Surakarta, Jumat 26 2026 Pengamat kepariwisataan sekaligus Kepala Program Studi D3 Usaha Perjalanan Wisata Vokasi UNS, Dr. Deria Adi Wijaya, S.S.T.Par., M.Sc, mengatakan tren pariwisata dunia saat ini menunjukkan peningkatan minat wisatawan terhadap pengalaman yang mampu memberikan ketenangan, kesehatan, dan keseimbangan hidup.
Deria mengatakan bahwa Wellness tourism menjadi salah satu sektor yang pertumbuhannya paling pesat di dunia. “ Terkait wellness tourism ini , Solo memiliki modal budaya yang sangat kuat karena tradisi Jawa sejak lama mengenal konsep hidup seimbang, mulai dari jamu, perawatan tradisional, hingga filosofi harmoni dengan alam," ujarnya.
Menurut Deria, Vokasi UNS selama ini juga aktif mendorong pengembangan ekosistem wellness di Kota Solo melalui berbagai kegiatan akademik dan pengabdian masyarakat. Beberapa di antaranya adalah penyelenggaraan Solo Wellness Forum, workshop dan pelatihan wellness tourism bagi pelaku pariwisata dan UMKM, pendampingan pengembangan paket wisata wellness, serta seminar dan diskusi tentang peluang wellness tourism berbasis budaya Jawa.
| Baca juga: Memaknai Tahun Baru Islam 1 Muharam |
Selain itu, Vokasi UNS juga menginisiasi kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas budaya, dan pelaku industri pariwisata. Ini penting dalam mengembangkan produk-produk wellness seperti wisata jamu, wisata rempah, spa tradisional, hingga paket healing berbasis budaya dan desa wisata.
Sementara itu untuk mewujudkan wellness tourism, Solo harus membangun sistem kolaborasi. "Kami ingin membangun ekosistem wellness secara bersama-sama. Solo tidak cukup hanya memiliki potensi, tetapi juga harus memiliki sumber daya manusia, produk wisata, dan jejaring yang siap menyambut wisatawan wellness," kata Deria.
Menurutnya, penyelenggaraan Festival Sukaria Jawa Jawi menjadi momentum penting untuk memperkenalkan bahwa budaya Jawa tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga dapat menjadi produk wisata yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat. Jika dikelola secara berkelanjutan, wellness tourism dapat membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, terapis tradisional, peracik jamu, hingga pelaku ekonomi kreatif.
"Wellness jangan berhenti menjadi slogan. Ketika budaya Jawa mampu diterjemahkan menjadi produk wisata yang berkualitas dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, maka Solo tidak hanya dikenal sebagai Kota Budaya, tetapi juga sebagai destinasi wellness yang memberikan kesejahteraan bagi warganya," ucap Deria. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....