Wawali Solo Resmi Membuka Gelaran FESTARA 2026 di Balai Kota

  • 20 Jun 2026 09:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Ajang apresiasi sekaligus promosi ekonomi kreatif berbasis budaya, Festival Tas Nusantara (FESTARA) kembali diadakan di Balai Kota Solo pada 19-21 Juni 2026.

Mengangkat tema Cerita dalam Setiap Anyaman, FESTARA yang sudah berjalan pada tahun ketiga ini menampilkan kekayaan warisan anyaman Indonesia melalui pameran, bazar hingga workshop.

Festival Tas Nusantara (FESTARA) ketiga tahun 2026 dibuka langsung Wakil Wali Kota (Wawali) Solo, Astrid Widayani. Dirinya berharap FESTARA bisa terus diadakan sebagai ruang kreasi dan berkarya para perajin.

"Harapannya ini terus diselenggarakan setiap tahunnya menjadi ruang kreasi, ruang berkarya untuk para perajin, pelaku ekonomi kreatif di bidang fashion khususnya produksi tas. Di mana kita bisa tahu perkembangan industri tas sendiri tidak hanya sekedar wadah tetapi bagaimana ada wastra nusantara di dalamnya," kata Astrid Widayani.

Ditambahkan Astrid Widayani juga, dengan kehadiran FESTARA, membuat semua orang tahu berbagai model hingga sejarah dari berbagai penjuru nusantara dengan kebudayaan yang berbeda-beda.

"Saya baru tahu di beberapa material yang belum pernah saya beli sebelumnya, misalnya dalam penggunaan tas dengan gedebok pisang, dengan penggunaan recycle sampah plastik yang bisa digunakan kembali sebagai produk yang lebih bernilai ekonomi lebih gitu. Jadi ini menunjukkan bahwa geliat perekonomian kreatif khususnya bisa berpadu dengan pelestarian budaya," katanya menambahkan.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara FESTARA 2026, Heru Mataya menginginkan Festival yang sudah berjalan tiga tahun ini bisa menjadi destinasi pariwisata ke depan bagi para wisatawan yang ingin ke Solo.

"Kita pengin bahwa festival tas ini bisa menjadi destinasi pariwisata kedepannya bahwa setiap bulan Juni itu di Solo ada Festival Tas Nusantara yang mempertemukan para kreator se-Indonesia. Kita harapkan nanti terus berkembang," ucap Heru Mataya.

Festival Tas Nusantara diikuti 37 artisan pembuat tas dari berbagai daerah. Heru Mataya juga berharap pada gelaran tahun berikutnya, FESTARA bisa terus berkembang dengan tema-tema yang berbeda-beda.

"Harapannya kita semakin berkembang dengan tema-tema yang terus kita olah lagi dan melibatkan banyak komunitas, lebih banyak melibatkan para pengrajin dalam rangka peningkatan kualitas, serta lebih banyak melibatkan Universitas dan para kreator untuk bisa mengembangkan tas nusantara sebagai pusaka budaya," ucapnya menambahkan.

Melalui kolaborasi berbagai komunitas dan pelaku kreatif, Festival Tas Nusantara diharapkan mampu memperkuat posisi Solo sebagai kota kreatif sekaligus destinasi wisata berbasis budaya. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....