Tirakat 24 Jam Warnai Pergantian Tahun Jawa Mangkunegaran

  • 13 Jun 2026 17:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pura Mangkunegaran akan menggelar rangkaian tirakat selama 24 jam untuk menyambut 1 Sura Be 1960 yang jatuh pada Selasa 16 Juni 2026. Mengusung tema "Mulih Pulih", kegiatan ini menjadi ajakan refleksi diri melalui berbagai laku spiritual dan budaya yang berlangsung berkesinambungan.

Ketua Panitia Penyelenggaraan 1 Sura Mangkunegaran, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo, mengatakan peringatan 1 Sura tahun ini dirancang bukan sebagai perayaan, melainkan perjalanan batin untuk kembali pada diri sendiri.

"1 Sura bukan tontonan, bukan pula festival. Ini adalah undangan untuk mulih - hadir, melepaskan, dan menyambut," ujarnya, Jumat 12 Juni 2026.

Menurutnya, tema "Mulih Pulih" mengandung makna kembali ke akar, baik secara geografis, budaya, maupun spiritual. Dari proses kembali itulah diharapkan lahir pemulihan diri yang lebih mendalam.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Selasa 16 Juni 2026 melalui fase Atita atau melepaskan masa lalu. Kegiatan diawali doa bersama dan santap sore mutih di Pracima Tuin sebagai ungkapan syukur sekaligus pembuka tirakat.

Peserta kemudian diajak mengunjungi pameran instalasi Surakusuma di Bale Sisworini yang menampilkan perjalanan waktu Atita, Atiki, dan Anagata. Pameran karya Sanasuka yang merupakan bagian dari Abdi Muda Mangkunegaran tersebut terbuka untuk masyarakat sepanjang Juni 2026.

Malam harinya, prosesi Kirab Pusaka Dalem kembali digelar dengan tradisi tapa bisu mengelilingi tembok luar Pura Mangkunegaran. Kirab ini menjadi salah satu agenda yang selalu dinantikan dalam momentum pergantian Tahun Baru Jawa.

Tepat saat pergantian tahun, kegiatan memasuki fase Atiki atau hadir sepenuhnya pada saat ini melalui ritual semedi di Pendhapa Ageng dan Dalem Ageng. Semedi menjadi puncak laku tirakat malam 1 Sura.

Pada Rabu 17 Juni 2026, rangkaian berlanjut ke fase Anagata yang berfokus pada penyambutan masa depan. Kegiatan diawali Laku Catur Sembah saat fajar, dilanjutkan penulisan kartu harapan, hingga meditasi Larasati yang berkolaborasi dengan Terigu Studio dan Bottlesmoker.

"Kami menyiapkan seluruh rangkaian sebagai satu kesatuan laku," katanya.

Ancillasura menambahkan, Tahun Be memiliki makna khusus dalam siklus delapan tahunan penanggalan Jawa karena menjadi momentum refleksi dan penyusunan ulang diri. Karena itu, ia berharap masyarakat yang mengikuti seluruh rangkaian dapat menemukan ketenangan dan pemulihan batin.

"Kami berharap siapa pun yang hadir benar-benar menemukan pulih-nya," ucapnya. (Ase)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....