Lestarikan Budaya, Komunitas Tari Sekar Melati Banyu Mili Tampil di Prambanan
- 05 Mei 2026 09:12 WIB
- Surakarta
Poin Utama
- Tari Bedaya Lala
- Komunitas Tari
RRI.CO.ID, Surakarta - Kelompok tari Sekar Melati Banyu Mili asal Surakarta sukses memukau penonton dalam peringatan Hari Tari Dunia bertajuk "Wiraga Sangkara". Perhelatan tersebut digelar di Kompleks Candi Prambanan, Klaten, pada Minggu 3 Mei 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menampilkan kelompok dari Solo, tetapi juga melibatkan ratusan penari dari Klaten serta sejumlah maestro tari berskala nasional maupun internasional.
Ketua Komunitas Sekar Melati Banyu Mili, Cahyaningtyas, menjelaskan bahwa keterlibatan mereka dalam ajang ini merupakan wujud nyata semangat perempuan berkeluarga dalam melestarikan budaya Jawa. Menurutnya, usia bukan menjadi penghalang untuk tetap produktif dalam seni tari.
"Kami punya semangat yang sama, ingin terus menari untuk nguri-uri (melestarikan) tari Jawa. Selain untuk budaya, ini juga supaya kami tetap bugar dan tidak cepat pikun," ujar Cahyaningtyas Senin 4 meiy2026.
Sekar Melati Banyu Mili merupakan wadah bagi para ibu dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari guru, perias pengantin, pekerja pabrik, hingga ibu rumah tangga. Komunitas yang terbentuk pada Oktober 2025 ini juga diperkuat oleh beberapa anggota lulusan institusi seni ternama seperti STSI Surakarta (sekarang ISI Surakarta) dan SMK Negeri 8 Surakarta.
Dalam mempersiapkan penampilannya, Cahyaningtyas menyebut para anggota rutin berlatih setiap Jumat sore. Namun, menjelang pementasan "Wiraga Sangkara", intensitas latihan ditambah hingga hari Sabtu dan Minggu dengan pembiayaan mandiri dari iuran anggota.
Filosofi Tari Bedaya Lala
Pada kesempatan tersebut, Sekar Melati Banyu Mili membawakan Tari Bedaya Lala, sebuah karya rekonstruksi peninggalan Paku Buwana IV dan VI. Salah satu penari, Reni Anggraeni, menuturkan bahwa tarian yang dibawakan oleh sembilan orang ini mengandung filosofi mendalam.
"Kami memilih Tari Bedaya Lala karena menggambarkan kekompakan, kerukunan, dan kegagahan perempuan. Harapannya, tarian ini juga menjadi simbol agar komunitas kami tetap rukun dan langgeng," ungkap Reni.
Melalui kiprah ini, komunitas Sekar Melati Banyu Mili berharap dapat menginspirasi kaum perempuan dan ibu-ibu lainnya untuk tidak ragu berkarya serta aktif menjaga kelestarian seni tari tradisional di tengah gempuran zaman. (Ita/MI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....