Puluhan Ribu Umat Hindu Hadiri Upacara Tawur Agung di Candi Prambanan
- 18 Mar 2026 19:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - Puluhan Umat Hindu dari berbagai propinsi di Indonesia mengikuti Upacara Tawur Agung Kasanga di Kompleks Candi Prambanan, Rabu 18 Maret 2026. Upacara tersebut merupakan rangkaian Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu.
Hadir dalam kesempatan itu Dirjen Binmas Hindu Kementrian Agama Prof. Dr. I Nengah Duija mewakili Menteri Agama RI, Ketua Umum Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dan Ketua DPRD Kabupaten Klaten Edy Sasongko.
Dirjen Binmas Hindu Kementrian Agama Republik Indonesia I Nengah Duija mengatakan upacara Tawur Agung mempunyai arti penting yakni mensucikan diri dan alam semesta sebelum melaksanakan catur brata penyepian. Tawur Agung bukalah ritual belaka tanpa makna melainkan untuk menghadapi krisis global, kerusakan lingkungan dan yang lainnya.
"Ritual ini mengingatkan kita harmoni hanya bisa dicapai apa bila ada saling peduli. Esinsi beragama terikat dari realitas sosial yang mampu dibangun ditengah peradaban beragama nusantara.Tawur Agung bukanlah hanya tradisi ritual tanpa makna, melainkan untuk menghadapi keris global, kerusakan lapisan ozon dan juga polusi udara," katanya.
Ia berharap kegiatan Tawur agung dijadikan titik balik untuk lebih menghargai alam, memperkuat persaudaraan lintas agama dan budaya. Selain itu titik balik untuk membangun bangsa yang berdasarkan darma.
Ketua Parisada Hindu Darma PHDI Jawa Tengah Tri Wahono menyebut Tawur Agung merupakan pembersihan alam semesta sebelum melaksanakan penyepian. Kegiatan tersebut dihadiri kurang lebih 30 ribu umat Hindu dari wilayah Jawa dan Bali.
Ia juga mengatakan terkait dengan pelaksanaan Nyepi yang berbarengan dengan Hari Raya Idul Fitri tetap menjaga nilai toleransi.
"Kami Umat Hindu di Jawa Tengah dan Indonesia kami kemarin sudah disampaikan ketua umum bahwa kita miliki sifat cinta damai, kami tetap melaksanakan catur brata penyepian dan itu sudah menjadi kesepakatan bersama dengan tetap harmoni bersama," katanya.
Upacara Tawur Agung di Candi Prambanan diawali tirta mengelilingi candi yang diikuti kurang lebih 30 pendeta dan unsur yang lain. Selanjutnya air suci tersebut dicipratkan kepada umat yang hadir atau dibagikan kepada umat untuk upacara pengerupukan di rumah masing -masing.
Tawur Agung bagi umat adalah usaha manusia untuk mensucikan alam semesta. Dengan Tawur Agung tersebut adalah proses untuk mensucikan bumi serta alam semesta.
"Sedangkan makna nyepi adalah introspeksi diri dalam satu tahun ke belakang sehingga kedepannya bisa lebih baik lagi," kata Sutarjo Nugroho.
Ia juga mengajak semua pihak untuk tetap menjaga toleransi ditengah keberagaman. Adam Sutanto
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....