Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Jalankan Tradisi Kirab Malam Selikuran
- 10 Mar 2026 03:25 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Tradisi budaya dan religi kembali mewarnai suasana Ramadan di Kota Surakarta, melalui Kirab Malam Selikuran yang digelar oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Senin, 9 Maret 2026.
Kirab ini diikuti ratusan abdi dalem, alim ulama hingga perguruan silat. Kirab Malam Selikuran yang dihadirkan kubu Pakubuwono XIV Purboyo ini dimulai dari Bangsal Sewoyono Sitihinggil, berlanjut ke Pagelaran Sasana Sumewo, Gladak, Jalan Slamet Riyadi dan berakhir di kawasan Taman Sriwedari.
Iring-iringan terdiri dari prajurit bermusik pada bagian depan, Sinuwun PB XIV Purboyo dengan menggunakan mobil pajero putih, dilanjutkan iring-iringan prajurit, jodang, tumpeng, lampion, lampu ting dan obor.
Ditemui sebelum kirab berjalan, Pengageng Parentah PB XIV Purbowo, KGPHAP Dipokusumo menjelaskan bahwa Malam Selikuran memiliki makna spiritual yang berkaitan dengan datangnya malam Lailatul Qadar, pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
"Jadi Malam Selikuran itu adalah bagaimana tata cara upacara Keraton dalam rangka syiar agama Islam. Khususnya dalam hal ini adalah kaitannya dengan Lailatul Qadar tanggal 21 puasa atau Ramadan," kata KGPHAP Dipokusumo
Ditambahkan KGPHAP Dipokusumo, Malam Selikuran dahulu memang dilakukan di Masjid Agung Keraton Surakarta, namun dialihkan Pakubuwono X ke Taman Sriwedari untuk menghidupkan kembali Taman Bon Rojo atau Taman Sriwedari yang sepi pada kala itu.
"Tata cara awalnya dari Keraton menuju Masjid Agung dengan diiringi beberapa lampu ting atau lampu-lampu gantung tradisional. Namun kemudian acara ini dialihkan di Pakubuwono X ke Taman Sriwedari sampai sekarang. Maknanya karena waktu itu di Alun-Alun ada sekaten, nah untuk menghidupkan kembali Taman Bon Rojo (Taman Sriwedari) maka setiap tanggal 21, 29 atau 30 bulan Ramadan diadakan Malam Selikuran dengan pasar malam," katanya menambahkan.
Sementara itu, Wali Kota Surakarta, Respati Ardi yang turut hadir dalam acara Malam Selikuran, menyampaikan apresiasinya kepada Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan masyarakat yang terus menjaga serta melestarikan tradisi budaya di Kota Bengawan.
"Ini tahun kedua saya hadir, kami senang sekali masih ada yang menguri-uri budaya di sini dan kami menerima siapapun kerana ini ada di tanah Pemkot, tanahnya warga Surakarta. Jadi silahkan siapapun yang ingin menggunakan aktivitas apalagi untuk menguri-uri budaya dan ada nilai pariwisata yang luar biasa," ucap Respati Ardi.
Malam Selikuran yang diadakan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sendiri terbagi dua kubu. Pakubuwono XIV Purboyo ke Taman Sriwedari dan Pakubuwono XIV Hangabehi ke Masjid Agung.
Menanggapi adanya dua acara Malam Selikuran berbeda, Respati Ardi menegaskan bahwa Pemerintah Kota hanya memberikan fasilitas saja, tidak mau mencampuri urusan dalam Keraton dan menyerahkan semua kepada pihak keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
"Saya berterima kasih acaranya berjalan dengan baik, kami ini memfasilitasi siapapun warga negara yang ingin membuat kegiatan. Kami menghormati keputusan dari keluarga, kami intinya dari Pemerintah hanya memberikan fasilitas untuk kebaikan semua," ucapnya menambahkan. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....