Menyambut Ramadan lewat Nyadran Lestarikan Kearifan Lokal
- 23 Feb 2026 16:34 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman, mulai dari agama, suku, adat istiadat dan lain-lain. Setiap wilayah di Indonesia memiliki tradisi yang menjadi ciri khas dari wilayah tersebut, salah satunya adalah tradisi nyadran.
Tradisi Nyadran adalah salah satu ritual simbolik keagamaan yang sarat akan nilai-nilais sosial, religius, dan ekologis. Nyadran merupakan kebudayaan Jawa dari hasil akulturasi antara Hindu-Buddha dengan Islam.
Pelestarian tradisi nyadran dilakukan dari generasi ke generasi guna melestarikan kearifan lokal. Menurut Wijaya, dkk (2021:61) kearifan lokal merupakan perwujudan nilai-nilai karakteristik dari suatu masyarakat tertentu yang dibentuk melalui suatu pengetahuan dan kebiasaan yang kemudian diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Tradisi Nyadran disetiap daerah pulau Jawa memiliki bentuk dan makna yang tidak sama, sehingga memiliki bentuk berbeda. Tetapi, tidak dapat dipungkiri juga bahwa terdapat persamaan pada setiap daerah di pulau Jawa mengenai tradisi nyadran.
Adapun rangkaian pada tradisi nyadran seperti membaca ayat suci Al-Qur'an, tahlil, doa, dan makan bersama. Pelaksanan tradisi nyadran setiap daerah di pulau Jawa berbeda, tetapi, pada umumnya tradisi nyadran dilaksanakan di bulan Ruwah pada kalender Jawa, atau menjelang bulan suci Ramadhan.
Tradisi Nyadran sendiri memiliki makna simbolik yaitu mengajarkan tentang kemanusiaan manusia, dengan cara saling memberi atau bersedekah. Mengajarkan agar tidak melakukan atau menjauhi perbuatan tercela, tidak membeda-bedakan, serta taat dan patuh kepada Allah SWT. Selain itu juga mengajarkan untuk menjaga keseimbangan alam dan ketenangan.
Berbagai nilai yang diajarkan pada tradisi nyadran, menjadi pengingat kita semua untuk menjadi pribadi yang baik menyambut Ramadhan. Karena, bulan ramadan merupakan bulan yang suci dan penuh berkah. Sehingga, bulan ramadhan menjadi momen kita semua menjadi pribadi yang lebih baik.(Aris- Novia Sahabat Magang)
Referensi:
Jati, I. M. (2022). Nilai-nilai kearifan lokal tradisi nyadran sebagai sumber belajar IPS. Journal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 14(2), 246-258.
Swaradesy, R. G. (2023). Nilai Filosofis Tradisi Nyadran Kali di Desa Kandri Semarang. Bookchapter ISBI Bandung
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....