The Lawu Group Sukses Hidupkan Pusat Oleh-oleh Makutoromo, Omset Pelaku UMKM Capai Jutaan Rupiah
- 15 Sep 2024 15:14 WIB
- Surakarta
KBRN, Karanganyar: Transformasi yang dilakukan The Lawu Group pada Makutoromo Tourism Center atau pusat oleh-oleh Makutoromo, di Karangpandan, Karanganyar membuahkan hasil memuaskan.
Setelah 2,5 tahun dikelola The Lawu Group, para pedagang di Makutoromo Tourism Center berhasil meraih omset bulanan mencapai puluhan juta rupiah.
Direktur Utama The Lawu Group, Parmin Sastro Wijono mengatakan, setelah pemerintah menyerahkan pengelolaan pusat oleh-oleh Makutoromo, pihaknya langsung bergerak dengan menggandeng para UMKM di Kabupaten Karanganyar.
Parmin mengakui, awal memoles Makutoromo Tourism Center hingga menjadi seperti saat ini butuh kesabaran tinggi dan banyak inovasi.
"Dulu pertama kita kumpulkan 70 orang pelaku UMKM, namun yang mau mengisi di awal itu cuman 20an orang. karena mereka masih ragu-ragu. Tapi ketika setelah 3 bulan, akhirnya semuanya minta pingin masuk. Bahkan, sekarang kita overload ,kalau akan nambah umkm, kita sudah overload tempatnya," ujar Parmin kepada wartawan, Minggu (15/9/2024).
Dikatakan Parmin, saat ini terdapat 170 pelaku UMKM yang menjadi tenant di Makutoromo Tourism Center dengan jumlah produk sekitar 1.500 item berbagai jenis.
"Itu produknya tentu bervariasi, mulai dari olahan singkong, olahan ubi karena Karanganyar juga penghasil ubi, kemudian pisang. Produk paling besar itu. Olahannya seperti getuk, kemudian timus, dan aneka kripik," ujarnya.
Salah satu trobosoan, lanjut Parmin, untuk menarik pengujung, dengan menggandeng para biro travel, serta memberikan voucher kepada para wisatawan yang menginap di penginapan The Lawu Group.
"Jadi orang yang bermalam di penginapan The Lawu Group, akan kita kasih voucher untuk membeli oleh-oleh di Makutoromo. Juga kita gandeng dari biro Trevel, Tourleader, dan sebagainya, kita arahkan ke sana," ujarnya.

Parmin mengatakan, perputaran uang dalam penjualan produk UMKM di Makutoromo Tourism Center sudah melebihi target dari The Lawu Group. Bahkan, di masa "High Season", penjualan produk oleh-oleh para pelaku UMKM bisa mencapai 900 juta sampai 1,2 Miliar rupiah.
"Uang berputar itu semua ke pelaku UMKM, karena kita sebetulnya memfasilitasi saja, dan The Lawu Group tidak ada produk, itu kita anggap sebagai salah satu penyaluran CSR kita untuk membantu UMKM berdaya," ungkapnya.
Parmin berharap, kedepan Makutoromo Tourism Center bisa menjadi pusat oleh-oleh terbesar di Solo Raya.
"Intinya, Makutoromo itu diharapkan menjadi pusat oleh-oleh yang terbesar dan terlengkap untuk wisatawan," katanya.
Sementara itu, karyawan UMKM Putri Timus, Dina Pertiwi mengatakan, setelah hampir berjualan 2 tahun di Makutoromo Tourism Center, tingkat penjualan produk sudah mampu menembus 300 sampai 500 pack per minggu.
"Omset kita bisa mencapai 10 sampai 15 juta per minggu. Itu rata-rata, item yang kita jual bisa mencapai 500 pack dengan harga jual produk 25.000 per pack," katanya.

Dina menuturkan, peningkatan jumlah penjualan terjadi setiap akhir pekan di hari sabtu dan minggu. Bahkan, penjualan tembus lebih dari 500 pack.
"Kita operasional dari pukul 12.00 WIB sampai 18.00 WIB di hari biasa, tapi kalau weekend bisa sampai jam 20.00 WIB. Item yang paling laris untuk timus varian bligo," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....