Pertumbuhan Pesat UKM dan IKM Kota Surakarta

  • 28 Des 2023 21:04 WIB
  •  Surakarta


KBRN, Surakarta: Pertumbuhan yang pesat terlihat pada jumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) di kota Surakarta pada tahun 2023. Dari data Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian, terdapat lonjakan yang signifikan dari tahun sebelumnya.

Pada tahun 2022, jumlah UKM mencapai 11.157 dan meningkat menjadi 12.275 di tahun 2023. Sementara itu, IKM juga mengalami peningkatan dari 1.427 pada tahun sebelumnya, menjadi 1.462 pada tahun berjalan.

Peningkatan ini tidak hanya melebihi target yang ditetapkan sebelumnya, tetapi juga menandai sebuah momentum penting dalam perekonomian nasional

"Peningkatan yang signifikan ini merupakan hasil dari berbagai fasilitasi dan dukungan yang telah diberikan kepada para pelaku UKM dan IKM. Kami telah melihat perkembangan yang luar biasa dari segi manajemen, pengelolaan keuangan, sumber daya manusia, hingga inovasi produk, branding, dan peningkatan pemasaran dari konvensional ke online," jelas Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian, Wahyu Kristina, Jumat (28/12/2023).

Salah satu hal penting yang disoroti Ina adalah peran penting dari berbagai fasilitasi yang disediakan oleh pemerintah. Dukungan dalam hal manajemen, keuangan, SDM, pengembangan produk, branding, dan peningkatan pemasaran konvensional ke online telah menghasilkan perubahan substansial bagi pengusaha lokal.

"Tidak hanya sekadar bertahan dengan cara konvensional, tapi mereka juga memperluas jangkauan pemasaran secara daring. Digitalisasi UKM dan IKM menjadi langkah penting yang diambil oleh para pelaku usaha, yang berkontribusi besar dalam pertumbuhan ini," tambahnya.

Salah satu dampak positif yang paling mencolok dari pertumbuhan ini adalah penyerapan tenaga kerja yang meningkat. Banyak dari para wirausaha kecil yang awalnya hanya mengoperasikan usahanya dengan sedikit tenaga kerja, sekarang telah mampu menambah jumlahnya secara signifikan.

"Melalui pelatihan dan dorongan menjadi wirausaha, kita melihat peningkatan signifikan dalam penyerapan tenaga kerja. Contohnya, ada kasus UKM yang awalnya hanya memiliki dua tenaga kerja untuk membuat tas, namun karena pesanan yang meningkat, mereka kini dapat mempekerjakan 10 penjahit. Ini adalah contoh nyata bagaimana wirausaha lokal berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran," jelas Ina.

Dengan semakin terbukanya akses digital bagi UKM dan IKM, diharapkan pertumbuhan yang berkelanjutan akan terus memacu inovasi, peningkatan produktivitas, dan pembukaan peluang bagi lebih banyak orang untuk terlibat dalam sektor ini. (Ase/Indah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....