Jelang Iduladha dan Musim Hajatan, Harga Cabai di Solo Merangkak Naik

  • 18 Mei 2026 11:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Harga beberapa komoditas bahan pangan di Kota Solo mulai merangkak naik memasuki musim hajatan dan menjelang Hari Raya Iduladha (Idul Kurban). Kenaikan harga yang cukup signifikan terpantau terjadi pada komoditas cabai merah besar (teropong) dan cabai keriting.

Berdasarkan pantauan RRI di Pasar Harjodaksino, Solo, pada Senin 18 Mei 2026, harga cabai merah besar saat ini mencapai Rp50.000 dari harga semula Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, cabai keriting yang sebelumnya Rp35.000 kini naik menjadi Rp40.000 per kilogram.

Adapun harga komoditas yang terpantau stabil di antaranya cabai rawit hijau (cabai lalapan) di angka Rp40.000 per kilogram dan cabai putih Rp25.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang sembako dan sayur-mayur di Pasar Harjodaksino, Sriyoto, menuturkan bahwa kenaikan harga cabai tersebut terjadi secara bertahap sejak beberapa pekan terakhir. Ia memprediksi tren kenaikan ini akan terus berlangsung hingga Hari Raya Iduladha mendatang.

"Lonjakan permintaan dari masyarakat pada momen menjelang Iduladha menjadi salah satu penyebab utama, di samping juga karena banyaknya masyarakat yang menggelar acara hajatan saat ini," ujar Sriyoto kepada RRI.

Meski demikian, Sriyoto menambahkan bahwa ada juga jenis cabai yang justru mengalami penurunan harga. "Kalau jenis cabai rawit merah justru turun harga, dari yang biasanya Rp80.000 sekarang menjadi Rp60.000 per kilogram," katanya.

Selain cabai, kenaikan harga juga merembet pada komoditas bumbu dapur lainnya. Bawang merah naik tipis menjadi Rp46.000 dari harga semula Rp45.000 per kilogram. Bawang bombai dibanderol Rp28.000 per kilogram, kemiri pecah Rp40.000 per kilogram, kemiri utuh Rp43.000 per kilogram, dan merica naik dari Rp140.000 menjadi Rp145.000 per kilogram.

Kondisi berbeda terpantau di pasar induk atau Pasar Legi, Solo. Menurut pedagang cabai setempat, Miyarsih, harga cabai rawit di pasar tersebut justru turun menjadi Rp65.000 dari harga semula Rp75.000 per kilogram. Sementara untuk cabai tampar dipatok Rp40.000, cabai teropong Rp50.000, dan cabai putih Rp32.000 per kilogram.

"Penurunan harga (cabai rawit) itu dipengaruhi oleh pasokan cabai dari petani penghasil yang saat ini sedang melimpah," ujar Miyarsih.

Ia menambahkan, untuk mencukupi kebutuhan harian, pihaknya mendapat pasokan dari wilayah Cepogo, Ampel, hingga daerah penghasil di Jawa Timur. Dalam sehari, rata-rata pasokan yang masuk berkisar antara 30 hingga 50 kilogram untuk berbagai jenis cabai. (SF)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....