Modus Pemerasan Baru, UMKM Diteror Review Palsu di Google Maps

  • 05 Mei 2026 11:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Fenomena pemerasan digital kembali menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kali ini, kasus terjadi di Solo yang menimpa sebuah warung makan bernama Penyetan Penboi UMS. Modus yang digunakan sangat meresahkan, yaitu dengan memberikan rating bintang satu dan ulasan negatif di Google Maps, kemudian pelaku meminta sejumlah uang agar ulasan tersebut dihapus.

Mengutip dari unggahan Instagram @mantan.chefs, pelaku diduga dengan sengaja menjatuhkan reputasi bisnis dengan komentar yang tidak sesuai kenyataan. Setelah itu mereka menghubungi pihak pemilik usaha dan meminta sejumlah uang yang tidak sedikit sebagai syarat untuk menghapus ulasan tersebut. "Benar-benar mereka minta uang, dulu sih minta seratus ribu, dua ratus ribu, tapi gak pernah aku kasih," jelas pemilik warung penyetan.

Praktik seperti ini tentu sangat merugikan, terutama bagi UMKM yang sedang berjuang mempertahankan usahanya di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Review negatif di platform seperti Google memiliki pengaruh besar terhadap keputusan konsumen. Satu ulasan buruk saja dapat membuat calon pelanggan ragu untuk datang, apalagi jika jumlahnya banyak dan terlihat meyakinkan.

Dalam unggahan video Instagram @mantan.chefs, pemilik Penyetan Penboi UMS mengungkapkan bahwa mereka telah membangun usaha selama tiga tahun, dimulai dari sistem pre-order hingga akhirnya memiliki warung sendiri. Ketika usaha mulai berkembang dan dikenal luas, justru muncul serangan ulasan negatif yang tidak berdasar. Padahal, mereka menegaskan bahwa kualitas makanan dan kebersihan selalu dijaga, bahkan tenaga masaknya memiliki latar belakang pendidikan perhotelan.

Ternyata hal ini sudah terjadi pada beberapa pelaku UMKM. Salah satu warganet dengan akun @aditya_** berkomentar, "Lah dia juga yang kasih ulasan di google review warung saya, cuma ngga aku tanggapi. Warung juga di desa. Yang penting, yang jajan tahu rasanya, pasti pada balik jajan lagi," tulisnya. Sementara akun @anaz** memberikan saran untuk bersikap lebih bijak, "Orang yang berkomentar langsung di google review kalau bisa sebelum komplain itu bisa langsung ke warung nya saja, itu bisa membuat warung bisa lebih baik," tulisnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi pelaku UMKM untuk lebih waspada terhadap ancaman digital yang semakin beragam. Selain itu, diperlukan juga kesadaran dari masyarakat untuk tidak mudah percaya pada ulasan tanpa verifikasi, serta dukungan terhadap usaha lokal yang telah bekerja keras membangun reputasinya. Pemerintah dan platform digital pun diharapkan dapat mengambil langkah tegas untuk mencegah praktik pemerasan berbasis ulasan palsu ini.

(Yogi Tripriyanto/Penyiar)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....