Literasi Keuangan, Perkuat Kelompok PKK dan UMKM Lebih Cerdas Kelola Keuangan
- 23 Apr 2026 16:14 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo mendorong peningkatan Lietrasi keuangan bagi kelompok PKK dan Pelaku UMKM di Kota Solo untuk memperkuat kemampuan pengelolaan keuangan keluarga .
Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dalam Program Tim Percepatan Akses Keuangan daerah (TPKAD) bersamaan peringatan hari kartini dengan menggelar Edukasi Keuangan kepada Kelompok Perempuan yakni Kelompok PKK dan Pelaku UMKM pada Selasa,21 April 2026 di kantor OJK Solo. Kegiatan yang bertujuan memperluas inklusi dan pemahaman keuangan di masyarakat.
Kepala Bagian Pengawasan Pelaku Usaha Jasa Keuangan Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Solo, Heri Santosa menyampaikan kegiatan ini menjadi forum berkelanjutan untuk meningkatkan literasi keuangan,khususnya bagi ibu ibu PKK dan Pelaku UMKM.
Menurutnya kelompok perempuan memiliki peran strategis dalam mengelola keuangan Keluarga sehingga perlu dibekali pemahaman yang memadai.
Heri menekankan pentingnya mengenali jasa keuangan yang legal agar masyarakat tidak terjebak pada layanan ilegal atau bodong. Ia mengingatkan agar masyarakat lebih berhati hati terhadap penawaran yang tidak jelas terutama melalui telpon seluler.
"Kami setiap hari mendapat aduan masyarakat terkait permasalahan keuangan sepanjang 2025 tercatat 940 laporan masyarakat yangmengalami masalahkeuangan, sebagian diantaranya terjerat pinjaman online ilegal,.dari 967 kasus pinjaman sekitar 30 persen meruapkan pinjaman ilegal. Selain itu 26 persen masyarakat kasus penipuan," katanya
Heri menegaskan masyarakat perlu menerapkan prinsip 2L yakni Legal dan Logis.Legal berarti memastikan lembaga keuangan memiliki izin resmi Logis berarti mempertimbangkan kewajaran penawaran seperti imbal hasil yang tidak masuk akal.

Sementara itu Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Surakarta, Budi Murtono mengatakan Pemkot Solo melalui TPAKD terus mendorong edukasi literasi keuangan termasuk keuangan syariah kepada seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya tingkat literasi keuangan Nasioanl saat ini baru mencapai sekitar 64 persen lebih artinya dari 100 masyarakat Indonesia hanya 64 persen yang memiliki peahaman baik dalam mengelola keuangan.
"Melalui edukasi yang berkelanjutan kami ingin meniningkatkan pemahaman masyarakat agar mampu mengelola keuangan keluartga dengan baik seiring perkembangan industri keuangan yang semakin pesat," katanya
Pemkot Solo berharap kegiatan ini mampu memperluas pemahaman masyarakat khususnya kelompok PKK dan pelaku UMKM sehingga terhindar dari resiko keuangan serta mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga. (SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....