Dorong Pertumbuhan Ekonomi,Pemkot Solo Ajak PHRI Susun Kalender Event Baru
- 09 Apr 2026 19:59 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta: Pemerintah Kota Surakarta menggandeng Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo untuk menyusun kalender event baru sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang dinilai memiliki potensi besar di Kota Solo.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, dalam sambutannya dalam acara halal Bi halal PHRI Solo di Paragon Hotel Solo,Selasa 7 April 2026, mengatakan pemerintah telah menyiapkan road map tentang pariwisata berbasis kebutuhan pasar (market driven). Menurutnya, kebijakan pariwisata ke depan harus mampu menyesuaikan dengan dinamika pasar serta melibatkan pelaku usaha.
“Pemerintah Kota Surakarta akan membuat kalender event terbaru dan melakukan kurasi terhadap event yang benar-benar berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkot akan menghadirkan program “72 Hours in Solo” mulai Juni mendatang.
Dikatakan Respati ardi Program ini akan menghadirkan berbagai event berskala besar yang melibatkan promotor dan event organizer nasional, dengan target menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan lama tinggal di Solo.
Respati menegaskan, penyusunan kalender event akan mempertimbangkan siklus kunjungan wisata, termasuk periode low season dan high season. Pada masa sepi kunjungan, event akan diperbanyak guna menjaga perputaran ekonomi, khususnya di sektor perhotelan dan kuliner.
Selain itu, Pemkot juga mendorong PHRI untuk merangkul pelaku usaha baru, terutama dari sektor kafe dan coffee shop yang pertumbuhannya pesat. Tercatat, terdapat sekitar 164 coffee shop baru di Solo yang kontribusinya dinilai mulai menyaingi sektor lain seperti reklame.
Sementara Ketua PHRI Solo, Joko Sutrisno, menyatakan pihaknya siap mendukung langkah Pemkot tersebut. Ia menyebut, saat ini PHRI memiliki sekitar 180 anggota yang terdiri dari hotel, restoran, Pusat oleh oleh dan lembaga pendidikan, meski tingkat partisipasi restoran masih sekitar 15 persen dari total potensi yang ada.
Menurut Joko, keberadaan event yang dikemas dalam durasi lebih panjang akan berdampak signifikan terhadap okupansi hotel dan perputaran ekonomi.
“Kalau event hanya sehari, dampaknya kecil. Tapi kalau tiga sampai lima hari, wisatawan akan menginap dan belanja di Solo,” katanya.
PHRI bersama Pemkot juga berencana mengembangkan konsep wisata baru seperti sport tourism dan wellness tourism, termasuk paket wisata kesehatan yang terintegrasi dengan layanan perhotelan.( SF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....