Mebel BUMDes Maju Makmur Manggung Boyolali Tembus Eksport

  • 30 Jan 2026 14:46 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Mebel rumah kayu buatan pengrajin kayu Boyolali sudah tembus ekspor ke beberapa negara.

Secara berkala, 1 kontainer dengan berbagai macam mebel mulai dari meja, kursi untuk cafe, rumah tangga dan restoran dengan bentuk unik berhasil dieksport hingga Spanyol, Jerman, RRC dan Amerika Serikat.

Berbagai kerajinan itu merupakan buah karya centra IKM Kayu olahan desa Manggung, Kecamatan Ngemplak, Boyolali dibawah binaan Bumdes Maju Makmur.

Didukung dengan mesin modern dan canggih serta tenaga kerja yang trampil untuk menghasilkan sesuai dengan desain dan bahan baku dari pembeli.

Untuk bahan, biasanya menggunakan kayu jati belanda. Adapun menggunakan kayu mahoni di eksport ke Amerika untuk dibuat flooring di beberapa daerah zona olahraga.

Direktur Bumdes Maju Makmur Desa Manggung, Ngemplak, Boyolali, Viko kepada RRI mengatakan di Boyolali sendiri ada 2 workshop yang dilengkapi dengan mesin khusus antara lain kecamatan Ngemplak, desa Manggung dan desa Nogosari. Saat ini yang berproduksi secara berulang ada Desa Manggung.

"Untuk workshop dengan desainer perlengkapan saat ini di Desa Manggung, terletak di tengah-tengah centra industri kayu berproduksi secara berulang dengan eksport ke negara tujuan, Spanyol, Jerman, Amerika Serikat," ungkapnya Jum'at 30 Januari 2026.

Saat ini ungkap Viko, pengiriman berbagai macam mebel rutin dikirim perkontainer dalam kurun waktu 3 bulan sekali.

"Pengiriman itu masih disesuaikan kapasitas mesin serta tenaga yg mengerjakan masih baru ada 25 orang," ujarnya.

Selain itu, lanjut Viko dalam memproduki pesanan utk eksport dilakukan secara teliti dan hati hati. Hal itu untuk menghindari kesalahan dan resiko kerugian.

"Mereka sangat detail dan memang presisi harus sesuai dengan keinginan para buyer dan jika sudah rijek tidak sesuai ukuran akan menjadi bahan yg ngk bisa dipakai," ungkapnya.

Dikatakan untuk eksport mebel dari IKM centra Perkayuan di desa Manggung masih embrio. Terobosan eksport itu dilakukan sejak tahun 2022.

Menurut Viko awal eksport dilakukan untuk perluasan pasar selain dalam negeri mengingat diwilayah itu terdapat 400 pengrajin kayu yg masih berkonsentrasi dipasar lokal.

"Selain dengan pengalaman di desainer mesin selama 26 tahun di Jakarta saya mencoba menelurkanya di kampung sendiri," ucapnya.

Sementara itu, pihaknya saat ini sedang berupaya memanfaatkan limbah kayu yg dinilai masih mempunyai nikai ekonomi. Selama ini hanya dimanfaatkan bahan bakar perusahaan tahu dan pembakaran utk oven di worshop centra IKM perkayuan.

Adapun limbah berupa serbuk kayu atau potongan kayu dapat digunakan untuk kerajinan kriya ataupun kerajinan kainnya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....