​Libur Panjang Nataru Pusat Oleh-oleh Kewalahan Layani Pembeli

  • 31 Des 2025 18:55 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Moment Libur Panjang Sekolah ,Natal dan tahun Baru 2025/2026 dimanfaatkan masyarakat tidak hanya untuk berdarmawisata,tetapi juag tak lupa untuk membawa pulang oleh oleh khasdaerah asal.

Seperti jajanan khas Solo laris manis saat libur panjang Nataru ini.Karena Kota Solo memang dikenal dengan destinasi wisata kunliner bahkan surganya kuliner.

Seperti pantauan rri.co.id Selasa(30/12/2025) salah satunya pusat penjualan oleh oleh khas Solo'Cokro' di jalan Adi Soecipto jelang Tahun baru ini berjubel dipadati para wisatawan.

Oleh oleh khas yang menjadi buruan para wisatawan seperti karak bratan, kripik cakar ayam, kripik paru, belut kerak nasi(intip) dan masih banyak lagi.

Pegawai Toko Ina Muatofiah mengaku dari tanggal 14 Desember hingga kini kewalahan melayani pembeli, menurutnya dalam sehari semua jenis oleh oleh terjual ratusan pack.

"Mualai ramai Sejak tanggal (14 /12/2025) sampai hari ini ramai diprediksi sampai tahun baru, masuk sekolah ini banyak pesanan sampi kewalahan melayani pembeli. karak Bratan 30 kg atau 150 pack, krupuk slondok 15 kg, intip 400 pack, rengginang 25 kg, kripik cakar 1500 pack," katanya.

Ina Muatofiah memprediksi pemudik atau wisatawan akan terus belanja di kiosnya untuk memburu oleh oleh khas hingga Senin mendatang. Menurutnya selama libur panjang Nataru 2025/2026 tahun ini permintaan pasar lebih tinggi naik lebih dari 50 persen.

Sementara wisatawan asal Bogor Lina, mengaku setiap nataru ,Solo menjadi tempat faforitnya untuk disinggahi menikmati wisata belanja dan kuliner.

Wisatawan asal Bogor berburu oleh oleh khas Solo ( Foto: RRI/ SF)

"Kami ini menikmati liburan stay 4 hari di solo wisata belanja dan kuliner di Tawangmangu, Pasar Gede. Tak lupa menyempatkan berburu oleh oleh khas solo yang nantinya selain untuk dikonsumsi sendiri juga untuk oleh oleh saudara tetangga seperti Karak bratan, kripik tempe, dan krupuk tahu.

Perlu diketahui meski permintaan tinggi pihaknya tidak menaikkan harga seperti intip Rp17 ribu, Kripik paru Rp 27 ribu, Karak bratan Rp18,500 ribu,kripik cakar ayam Rp 20 ribu - Rp36 ribu.

Untuk semua dagangannya yang berjumlah ratusan macam itu intip dipasok dari Mojosongo, Klaten sementara krupuk rambak kulit dari Tawangmangu,karanganyar dan Kripik cakar dan belut dari klaten. (Sifat/Rill)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....