KAI Edukasi Keselamatan Perkeretaapian kepada Siswa SDN 5 Gayam

  • 10 Sep 2026 10:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sukoharjo - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menggelar program Safety Rangers Goes to School di SDN 5 Gayam, Sukoharjo, Selasa 8 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 siswa yang terdiri dari 50 siswa sekolah dasar dan 30 siswa taman kanak-kanak.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya keselamatan di sekitar jalur dan perlintasan kereta api. Materi yang diberikan mencakup keselamatan saat berada di perlintasan sebidang, larangan beraktivitas di jalur kereta api, serta pengenalan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

“Kami berusaha agar pesan keselamatan lebih mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan sosialisasi dikemas secara edukatif, interaktif, dan menyenangkan,” katanya.

Menurut Feni, tim Daop 6 menggunakan topeng karakter superhero yang digemari anak-anak serta menghadirkan pendongeng untuk menyampaikan pesan keselamatan. Pendekatan tersebut dilakukan agar materi lebih dekat dengan dunia anak dan mudah dipahami.

Feni menegaskan keselamatan perkeretaapian merupakan tanggung jawab bersama yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak juga perlu memahami bahwa jalur dan ruang operasional kereta api harus dihormati serta dijaga bersama.

“Keselamatan di perkeretaapian bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, melalui Safety Rangers Goes to School, kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak sejak dini bahwa kereta api memiliki jalur dan ruang operasional yang harus dihormati dan dijaga bersama,” ujar Feni.

Feni mengatakan anak-anak dapat menjadi bagian penting dalam menyebarluaskan pesan keselamatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar. Edukasi yang diterima di sekolah diharapkan tidak hanya dipahami untuk kepentingan diri sendiri, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya memahami aturan keselamatan untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi agen keselamatan kecil di lingkungan sekolah dan keluarga,” katanya.

Ia juga berharap para siswa memahami bahaya bermain di sekitar jalur rel kereta api, terlebih melakukan tindakan yang dapat membahayakan perjalanan kereta api. Menurutnya, pemahaman tersebut penting untuk mencegah terjadinya tindakan yang membahayakan keselamatan.

Selain keselamatan, KAI Daop 6 Yogyakarta mengajak para siswa mencintai kereta api dengan cara yang benar. Hal itu dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan, tidak melakukan vandalisme, serta ikut menjaga lingkungan perkeretaapian agar tetap aman.

“Kami ingin anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa kereta api adalah moda transportasi yang harus kita dukung dan cintai bersama. Caranya sederhana, mulai dari disiplin mematuhi aturan, menjaga lingkungan perkeretaapian, dan selalu mengutamakan keselamatan,” ucapnya. (SIFA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....