Memaknai Kesederhanaan dalam Filosofi 'Ngeli Ning Ojo Keli'

  • 23 Sep 2024 08:51 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Filosofi Jawa 'Ngeli Ning Ojo Keli' memiliki arti yang dalam tentang menjalani hidup dengan arif dan bijaksana. Secara harfiah, ungkapan ini berarti 'mengikuti arus tetapi jangan sampai hanyut'. Maknanya, seseorang diajarkan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan hidup, namun tetap berpegang pada prinsip dan jati diri.

Kesederhanaan dalam filosofi ini mencerminkan cara hidup orang Jawa yang adaptif, namun tidak kehilangan identitas. Dalam menghadapi tantangan modernitas, filosofi ini mengajarkan agar tetap mengikuti perkembangan zaman, tetapi tidak melupakan akar budaya dan moral. Menjadi fleksibel tanpa kehilangan integritas adalah esensi dari 'Ngeli Ning Ojo Keli'.

Dalam praktiknya, filosofi ini dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, dan budaya. Dalam bidang ekonomi, misalnya, seseorang dianjurkan untuk bekerja keras dan menerima perubahan teknologi, namun tetap menjaga nilai-nilai kejujuran dan kesederhanaan. Filosofi ini juga mengajarkan pentingnya tidak terbawa arus materialisme dan konsumtivisme yang berlebihan.

Pada konteks sosial, filosofi 'Ngeli Ning Ojo Keli' berarti mampu berbaur dalam masyarakat dengan sikap rendah hati dan menghormati perbedaan, namun tetap berprinsip pada kebenaran dan kebaikan. Seseorang yang menerapkan filosofi ini akan tetap memiliki pendirian kuat meskipun berada dalam lingkungan yang berbeda.

Selain itu, kesederhanaan juga terlihat dalam bagaimana seseorang menjalani kehidupan sehari-hari. Mereka tidak perlu hidup berlebihan, namun tetap bersyukur dan menghargai apa yang dimiliki. Filosofi ini mengajarkan keseimbangan antara menyesuaikan diri dengan dunia luar dan menjaga kedalaman batin.

Filosofi 'Ngeli Ning Ojo Keli' pada akhirnya menekankan pentingnya hidup dalam harmoni dengan perubahan, tanpa kehilangan arah dan tujuan. Ini adalah pelajaran penting dalam dunia yang terus berkembang, di mana kemampuan beradaptasi dan menjaga jati diri menjadi kunci untuk menjalani kehidupan yang berarti. [By-you LPU]

Referensi:

Purnomo, S. (2020). Filosofi Hidup dalam Budaya Jawa. Jurnal Kebudayaan Nusantara.

Haryanto, B. (2021). Kebijaksanaan dalam Ungkapan Jawa. Pustaka Nusantara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....