Mengungkap Warna Terburuk di Dunia

  • 08 Jul 2024 14:30 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Setiap warna memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri, namun ada satu warna yang dikenal sebagai warna terjelek di dunia, yaitu Pantone 448 C. Warna ini telah mendapat reputasi negatif karena asosiasinya dengan produk yang tidak menyenangkan. Pantone 448 C adalah warna cokelat kehijauan yang sering digambarkan sebagai warna yang tidak menarik atau bahkan menjijikkan. Warna ini pertama kali mendapat perhatian luas pada tahun 2012, ketika dipilih untuk digunakan pada kemasan produk tembakau di Australia sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi daya tarik rokok .

Pada tahun 2012, pemerintah Australia menerapkan kebijakan kemasan polos untuk produk tembakau. Tujuannya adalah untuk membuat kemasan rokok kurang menarik bagi konsumen, khususnya anak muda. Setelah melakukan penelitian mendalam, termasuk survei konsumen, Pantone 448 C dipilih sebagai warna yang paling tidak menarik. Dalam survei tersebut, peserta menggambarkan warna ini sebagai 'kotor' dan 'kematian' . Sejak itu, beberapa negara lain, seperti Inggris, Prancis, dan Irlandia, juga mengadopsi warna ini untuk kemasan tembakau dengan harapan dapat menurunkan tingkat konsumsi rokok.

Reputasi Pantone 448 C sebagai warna terjelek di dunia terutama disebabkan oleh asosiasi negatif yang dimilikinya. Warna ini sering dikaitkan dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, seperti kotoran, kematian, dan penyakit. Selain itu, penggunaannya pada kemasan rokok semakin memperkuat persepsi negatif karena rokok itu sendiri dikaitkan dengan kesehatan yang buruk dan risiko kematian .

Meskipun memiliki reputasi negatif, Pantone 448 C tidak sepenuhnya dihindari dalam dunia desain. Warna ini masih dapat digunakan dalam konteks yang tepat, misalnya dalam desain interior dengan tema rustic atau vintage, di mana warna-warna netral dan earthy tones sering digunakan. Namun, penggunaannya tetap harus hati-hati untuk menghindari kesan yang tidak diinginkan .

Pantone 448 C dikenal sebagai warna terjelek di dunia karena asosiasi negatif dan penampilannya yang tidak menarik. Pemilihan warna ini untuk kemasan rokok di berbagai negara menunjukkan bagaimana warna dapat digunakan secara strategis untuk mempengaruhi perilaku konsumen. Meskipun reputasinya buruk, Pantone 448 C tetap memiliki tempat dalam dunia desain, asalkan digunakan dengan bijak dan sesuai konteks. (LPU_Aldi)

Sumber

1. Young, S. (2012). Australia's cigarette packaging laws: A case study in ‘plain packaging’. Tobacco Control, 21(6), 686-690.

2. Pantone. (2023). Pantone 448 C Color Information. [Pantone Official Website](https://www.pantone.com/color-finder/448-C).

3. Li, W., & Chapman, S. (2013). "Cough Up Your Lungs": An Analysis of Online Quit Smoking Advertisements. Journal of Medical Internet Research, 15(11), e245.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....