Perlindungan Perempuan dan Anak dari KDRT

  • 04 Okt 2026 17:10 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT bukanlah persoalan pribadi yang harus diselesaikan sendirian. Di balik pintu rumah, perempuan dan anak dapat menjadi korban yang membutuhkan perlindungan, pendampingan, dan keberanian untuk mendapatkan bantuan.

KDRT dapat berupa kekerasan fisik maupun psikologis/verbal, dan dipengaruhi berbagai faktor seperti masalah ekonomi, pola asuh, lingkungan, serta trauma pelaku seperti yang disampaikan Siti Khotijah ( PPT Kelurahan Keprabon ) dalam Obrolan Siang RRI Surakarta yang dipandu Riandani Surya.

Perempuan dan anak dinilai lebih rentan menjadi korban karena masih sering dianggap sebagai pihak yang lemah. Pos Pelayanan Terpadu ( PPT ) berperan dalam pencegahan, sosialisasi, konsultasi, pendampingan korban, serta koordinasi dengan RT/RW, kelurahan, pihak kesehatan, dan aparat berwenang.

"Kerahasiaan korban juga dijaga. Masyarakat yang mengetahui adanya KDRT dapat melaporkannya kepada pihak yang berkompeten, tidak harus korban sendiri, " ucapnya.

Salah satu tantangan terbesar adalah rasa takut korban untuk melapor. Karena itu, korban didorong untuk tidak memendam kekerasan dan berani mencari bantuan.

"Dalam salah satu kasus yang ditangani PPT Keprabon, seorang perempuan mengalami kekerasan selama sekitar 19 tahun sebelum akhirnya mendapat pendampingan," katanya. Untuk anak yang menjadi korban atau menyaksikan KDRT, diperlukan pendekatan khusus agar trauma tidak berlanjut, termasuk koordinasi dengan Unit PPA bila diperlukan.

Pencegahan juga dilakukan melalui edukasi tentang hak, kewajiban, komunikasi dalam keluarga, serta relasi yang sehat, termasuk melalui kerja sama dengan forum anak dan kelompok masyarakat. "KDRT bukan sekadar masalah keluarga yang harus disembunyikan. Korban tidak perlu takut atau malu untuk mencari bantuan,jangan takut melapor, jangan takut sharing,” ucap Siti Khotijah menutup Obrolan Siang RRI Surakarta. ( Ria )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....