Penatalaksanaan Medis TB pada Tulang Belakang

  • 30 Sep 2026 14:52 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Selama ini, Tuberkolosis atau TB lebih sering kita kenal sebagai penyakit yang menyerang paru-paru. Namun, ternyata bakteri TB juga dapat menyerang organ lain, termasuk tulang belakang. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri punggung yang berkepanjangan, gangguan gerak, bahkan pada kasus tertentu dapat menimbulkan gangguan saraf.

“ TB Tulang belakang umumnya masuk melalui saluran pernapasan, kemudian kuman dapat menyebar melalui aliran darah ke tulang belakang.,TB tulang belakang dapat terjadi bersamaan dengan TB paru, tetapi tidak selalu, “ Ujar dr. Angga Fiandana, Sp.OT, Subsp.O.TB - RSO Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta di Obrolan Siang RRI Surakarta yang dipandu Riandani Surya.

Tuberkulosis (TB) tulang belakang atau spondilitis tuberkulosis, yaitu infeksi Mycobacterium tuberculosis yang menyerang tulang belakang. Kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya dapat berkembang perlahan dan dianggap sebagai nyeri punggung biasa.Tuberkulosis (TB) umumnya masuk melalui saluran pernapasan, kemudian kuman dapat menyebar melalui aliran darah ke tulang belakang. TB tulang belakang dapat terjadi bersamaan dengan TB paru, tetapi tidak selalu.

Gejalanya nyeri punggung atau pinggang berkepanjangan tanpa penyebab jelas, terutama lebih dari dua minggu, keringat/demam pada malam hari, penurunan berat badan dan nafsu makan. Pada kondisi berat dapat terjadi kelemahan otot, kesulitan berjalan, hingga kelumpuhan.Pemeriksaannya seorang dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, rontgen, dan bila diperlukan MRI untuk mengetahui tingkat kerusakan tulang, keterlibatan saraf, serta keberadaan abses atau nanah.

Terapi utama menggunakan obat antituberkulosis (OAT) dalam jangka panjang. Dalam wawancara disebutkan pengobatan TB tulang belakang dapat berlangsung sekitar 9–12 bulan, tergantung kondisi pasien. Operasi dapat diperlukan jika kerusakan tulang atau saraf sudah berat.Selain menggunakan obat, penyembuhan TB Tulang belakang juga dengan melakukan rehabilitasi yakni fisioterapi dan rehabilitasi medik penting, terutama bagi pasien yang mengalami kelemahan otot atau setelah operasi.

Sebagai pencegahan dan pemulihan, penderita bisa menjaga daya tahan tubuh, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga, cukup istirahat, menghindari rokok, serta memastikan ventilasi dan pencahayaan rumah baik.Jangan mengabaikan nyeri punggung yang menetap, terutama jika disertai penurunan berat badan, nafsu makan, atau keringat malam. Deteksi dan pengobatan lebih dini dapat mencegah kerusakan saraf dan komplikasi berat. ( Ria )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....