Gosip Perlu di hindari, dan Alasan Orang Suka Bergosip
- 18 Sep 2026 13:46 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Hampir semua orang mungkin pernah bergosip, mulai dari sela-sela jam kerja hingga waktu nongkrong santai, seperti dilansir dari artikel Folkative (2023). Kebiasaan membicarakan penampilan, pencapaian, atau perilaku orang lain ini seolah menjadi refleks sosial sehari-hari.
Menurut riset Psychology Today (2026), gosip kerap digerakkan oleh dorongan psikologis untuk mencari validasi diri hingga meluapkan rasa tidak suka pada seseorang. Membongkar kelemahan orang lain sering kali memberikan suntikan ego dan sense of power bagi pelakunya.
Berdasarkan publikasi Psychologs (2023), kegiatan ini juga berfungsi sebagai alat sosialisasi instan yang dapat mempererat ikatan antar individu. Berbagi cerita rahasia atau drama kehidupan orang lain menjadi sarana pengalihan isu yang menghibur di tengah kepenatan hidup.
Dari sudut pandang psikologi evolusi, gosip sebenarnya adalah mekanisme purba manusia untuk membaca situasi dan bertahan hidup. Melalui gosip, seseorang bisa mempelajari norma kelompok serta mengumpulkan informasi penting untuk melindungi diri dari ancaman.
Sayangnya, hubungan yang dibangun di atas gosip sering kali hanya berupa ikatan yang sangat rapuh dan berbahaya. Hubungan yang dibangun di atas kebencian bersama ini rawan pecah karena tidak didasari oleh kepercayaan yang sebenarnya.
Di era internet, fenomena ini kian memburuk, terutama di kolom komentar media sosial, tempat rumor tersebar bebas. Anonimitas memungkinkan orang untuk menjatuhkan sesama dengan lebih mudah, dan konsekuensi negatifnya dapat sangat merusak kesehatan mental korban.
Meskipun memberikan rasa milik dan kepuasan instan, penting bagi kita untuk mengetahui batas informasi yang dapat ditukarkan. Agar hubungan sosial yang kita bangun tetap kuat dan bermakna, sangat penting untuk menjaga lisan tetap bersih. (Benedictus Igor Irawan/Mahasiswa Magang UNS)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....