Masjid Al-Aqsa Klaten, Harmoni Arsitektur dan Nuansa Religi
- 16 Sep 2026 16:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta- Masjid Agung Al-Aqsha Klaten menjadi salah satu bangunan religi yang mencuri perhatian di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Berada di kawasan Jalan Jogja–Solo, masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang bagi berbagai aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat. Keberadaannya menjadikan kawasan tersebut memiliki ikon religi dengan tampilan arsitektur yang menonjol.
Masjid yang berdiri di atas lahan sekitar 5.266 meter persegi tersebut mulai dibangun pada 2012 dan penyelesaiannya berlangsung hingga 2015. Lokasinya memiliki nilai tersendiri karena sebelumnya merupakan kawasan yang digunakan sebagai terminal bus utama Klaten dan gedung SMA Negeri 3 Klaten. Setelah pembangunan masjid, kawasan tersebut berubah menjadi salah satu ruang publik keagamaan yang strategis bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.
Dari sisi arsitektur, Masjid Agung Al-Aqsha Klaten menghadirkan nuansa Timur Tengah yang kuat. Bangunannya memiliki tiga lantai, sejumlah kubah yang mengelilingi kubah utama, serta menara pandang setinggi sekitar 35 meter. Pintu utama juga menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian karena dihiasi ukiran ayat-ayat Al-Qur'an. Perpaduan berbagai elemen tersebut membuat bangunan masjid memiliki karakter visual yang khas.
Selain menjadi tempat salat, masjid ini juga dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Kajian keagamaan, kegiatan dakwah, akad nikah, pembinaan manasik haji dan umrah, hingga aktivitas sosial menjadi bagian dari fungsi masjid. Sebuah kajian arsitektur yang diterbitkan Universitas Muhammadiyah Surakarta pada 2025 juga mencatat bahwa peningkatan kebutuhan jamaah mendorong pentingnya penataan ruang yang fleksibel untuk mendukung fungsi ibadah sekaligus aktivitas sosial.
Keberadaan Masjid Agung Al-Aqsha Klaten menunjukkan bahwa sebuah masjid dapat memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar tempat beribadah. Kemegahan arsitekturnya menjadi daya tarik visual, sementara aktivitas keagamaan dan sosial di dalamnya memperkuat peran masjid sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Dengan lokasi yang strategis di jalur Jogja–Solo, masjid ini juga dapat menjadi tempat persinggahan bagi musafir untuk beribadah dan beristirahat.
Pada akhirnya, Masjid Agung Al-Aqsha Klaten menjadi perpaduan antara keindahan arsitektur, fungsi ibadah, dan aktivitas sosial. Kemegahan bangunannya menjadi bagian dari wajah Klaten, sedangkan kegiatan yang berlangsung di dalamnya mencerminkan peran masjid sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat dalam suasana religius. Kehadirannya sekaligus memperkaya pilihan destinasi yang memiliki nilai keagamaan dan arsitektur di wilayah Klaten.(tono_LPU).
Referensi laman:
- Universitas Muhammadiyah Surakarta, kajian integrasi fungsi ibadah dan aktivitas sosial Masjid Agung Al-Aqsha Klaten.Proceedings UMS)
- Tribunnews, jelajah Masjid Agung Al-Aqsha Klaten. YouTube
- Kumparan, daya tarik, sejarah, dan lokasi Masjid Agung Al-Aqsha Klaten. kumparan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....