Kampung Dolanan Sidowayah Dikembangkan Jadi Desa Wisata Berkelanjutan
- 30 Sep 2026 09:06 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten- Kampung Dolanan Sidowayah, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Klaten, terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa wisata berkelanjutan. Pengembangan tersebut tidak hanya mempertahankan permainan tradisional, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat edukasi, pemberdayaan masyarakat dan potensi ekonomi desa. Direktur BUMDes Sinergi Desa Sidowayah, Hartoyo, mengatakan Kampung Dolanan merupakan salah satu potensi wisata yang dikembangkan dengan melibatkan masyarakat. “Kita ingin potensi yang sudah ada di desa ini tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi bisa berkembang menjadi bagian dari destinasi wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Hartoyo.
Menurut Hartoyo, kehadiran mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret UNS melalui program PPK Ormawa KSP Principium memberikan dorongan baru dalam pengembangan Kampung Dolanan. “Mahasiswa memberikan pendampingan, ide dan inovasi sehingga potensi Kampung Dolanan bisa dikembangkan dengan konsep yang lebih terarah,” ujarnya.
Pendampingan tersebut turut mendorong pengembangan Kampung Dolanan dengan memadukan permainan tradisional, edukasi, sains dan kepedulian terhadap lingkungan. Konsep tersebut membuat aktivitas bermain tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana belajar sekaligus pengalaman wisata bagi anak-anak dan pengunjung.
Hartoyo menilai kegiatan mahasiswa juga memberikan dampak terhadap cara masyarakat melihat potensi Kampung Dolanan yang selama ini telah berkembang di desa. “Masyarakat menjadi semakin melihat bahwa dolanan tradisional ini memiliki nilai budaya dan bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai ekonomi,” tuturnya.
Pengembangan Kampung Dolanan menjadi bagian dari ekosistem wisata yang dikelola BUMDes Sinergi dengan mengoptimalkan potensi lokal Desa Sidowayah. Kampung Dolanan juga dapat diintegrasikan dengan destinasi wisata lainnya sehingga wisatawan memperoleh pengalaman yang lebih beragam sekaligus memperpanjang aktivitas kunjungan di desa.
Hartoyo menegaskan keberlanjutan program tidak dapat hanya bergantung pada kehadiran mahasiswa, tetapi harus dilanjutkan oleh masyarakat dan pengelola desa. “Setelah program mahasiswa selesai, yang paling penting adalah bagaimana masyarakat, BUMDes dan pengelola wisata bisa melanjutkan apa yang sudah dibangun bersama,” katanya.
Kampung Dolanan Sidowayah kini dikembangkan bukan sekadar sebagai ruang bermain, tetapi sebagai aset budaya yang memiliki potensi edukasi dan ekonomi. Kolaborasi BUMDes, masyarakat dan mahasiswa FH UNS diharapkan mampu menjaga permainan tradisional tetap hidup sekaligus memperkuat Sidowayah sebagai desa wisata yang berkelanjutan. (Wiwik)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....