Tim KKN UNIBA Bersama BUMDes Desa Trosemi Kembangkan Budidaya Maggot

  • 02 Sep 2026 11:46 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta-Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Batik (UNIBA) Solo bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Trosemi, Kecamatan Gatak, mengembangkan budidaya maggot sebagai alternatif pakan ikan lele.

Program tersebut dilaksanakan pada Jumat, 14 Agustus 2026, sebagai upaya membantu menekan biaya produksi budidaya lele sekaligus mendorong terciptanya program usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat desa.

Program budidaya maggot dikembangkan setelah Tim KKN bersama BUMDes mengidentifikasi salah satu kendala utama dalam usaha budidaya lele, yakni tingginya biaya pakan. Pengeluaran untuk pakan menjadi salah satu komponen biaya terbesar, sementara hasil penjualan lele dinilai belum sebanding dengan modal yang dikeluarkan.

Melihat kondisi tersebut, Tim KKN UNIBA Solo bersama BUMDes Desa Trosemi mencoba memanfaatkan maggot sebagai salah satu sumber pakan alternatif. Maggot merupakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) yang memiliki kandungan nutrisi dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Selain berpotensi menjadi sumber pakan, budidaya maggot juga dapat memanfaatkan limbah organik, terutama sisa makanan. Dalam program tersebut, Tim KKN memperoleh suplai sisa makanan dari dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di sekitar Desa Trosemi.

Limbah makanan tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai media pakan maggot. Dengan demikian, program ini tidak hanya diarahkan untuk membantu mengurangi biaya pakan lele, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan limbah organik yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Dalam prosesnya, budidaya diawali dengan menyiapkan kandang lalat BSF sebagai tempat berkembang biak dan bertelur. Telur yang dihasilkan kemudian dipindahkan ke media penetasan. Setelah menetas, larva maggot diberi pakan berupa limbah organik secara rutin hingga mencapai usia panen.

Limbah Makanan sumber pakan bagi maggot ( Foto : Tim KKN/ UNIBA)

Maggot yang telah dipanen selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk budidaya lele. Budidaya maggot juga dinilai relatif sederhana dan dapat dilakukan dengan lahan yang terbatas, sehingga berpotensi dikembangkan tidak hanya oleh BUMDes, tetapi juga oleh masyarakat Desa Trosemi. Selain menghasilkan maggot, proses budidaya juga menghasilkan sisa atau frass yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Pemanfaatan hasil samping tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperluas manfaat dari kegiatan budidaya maggot.

Dosen Pembimbing Lapangan KKN Desa Trosemi, Srie Juli Rachmawatie, berharap program budidaya maggot tersebut dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh BUMDes maupun masyarakat setelah masa pengabdian mahasiswa KKN berakhir. Kolaborasi Tim KKN UNIBA Solo dan BUMDes Desa Trosemi diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi desa melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Melalui pengelolaan limbah organik, pengembangan budidaya maggot, dan pemanfaatannya sebagai pakan alternatif lele, program tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi usaha budidaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan bagi masyarakat Desa Trosemi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....