Waspada Modus Phishing Voucher Kemerdekaan Mengatasnamakan Indomaret
- 29 Agt 2026 15:08 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Pesan berantai bernuansa penipuan kembali beredar luas melalui aplikasi percakapan WhatsApp menjelang momen perayaan hari kemerdekaan. Pesan tersebut menyebarkan narasi bohong yang mengklaim bahwa jaringan minimarket Indomaret membagikan hadiah gratis bagi seluruh masyarakat.
Melansir laman Turnbackhoax.id, pengunggah menyertakan tautan tidak resmi yang mengarahkan penerima pesan ke sebuah situs web dengan nama domain mencurigakan. Di dalam situs tersebut, pengunjung diminta memasukkan data pribadi hingga nomor dompet digital untuk mengklaim hadiah yang dijanjikan.
Pengunjung juga diarahkan untuk mengunduh serta memasang aplikasi tertentu sebagai syarat akhir pencairan hadiah gratis tersebut. Mekanisme ini mengindikasikan kuat adanya modus phishing yang bertujuan mencuri data pribadi serta menguasai akun dompet digital milik korban.
Hasil Tim Pemeriksa Fakta Mafindo mengonfirmasi bahwa pihak Indomaret tidak pernah menyelenggarakan program bagi-bagi voucher hadiah kemerdekaan melalui pesan berantai. Klarifikasi resmi yang dirilis melalui akun media sosial Indomaret menegaskan bahwa pesan yang beredar tersebut adalah informasi palsu.
Perusahaan ritel tersebut mengingatkan publik bahwa seluruh informasi promo resmi hanya disampaikan melalui situs web dan media sosial resmi perusahaan. Masyarakat juga diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi program hadiah melalui layanan pelanggan resmi Indomaret.
Modus penipuan dengan memanfaatkan momen hari besar nasional dan mencatut nama perusahaan besar memang tergolong sering terjadi di platform digital. Pelaku sengaja memanfaatkan antusiasme warga untuk memancing korban agar memberikan akses data sensitif tanpa sadar.
Masyarakat diminta untuk senantiasa waspada dan tidak sembarangan mengklik tautan asing yang disebarkan melalui pesan berantai WhatsApp. Unggahan mengenai voucher kemerdekaan gratis yang mengarah pada pencurian data ini dipastikan sebagai konten palsu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....