Masa Depan Manusia di Luar Angkasa

  • 27 Agt 2026 19:39 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.IDE, Surakarta - Eksplorasi antariksa menjadi salah satu pencapaian penting manusia dalam beberapa dekade terakhir. Perkembangan teknologi dan munculnya berbagai misi baru membuat perhatian masyarakat terhadap masa depan perjalanan manusia ke luar Bumi semakin meningkat.

Setelah peluncuran Artemis II, CNN melaporkan hasil survei Ipsos yang menunjukkan 62 persen warga Amerika menilai manfaat NASA mengirim manusia ke luar angkasa sebanding dengan biaya yang dikeluarkan. Sementara itu, 34 persen responden menilai biaya program tersebut tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh.

Hasil survei tersebut menunjukkan sebagian besar masyarakat Amerika masih mendukung program eksplorasi manusia ke luar angkasa. Namun, tingkat dukungan publik terhadap program antariksa tidak selalu sebesar yang terjadi saat ini.

Menurut CNN, setelah pendaratan manusia pertama di Bulan pada 1969, kurang dari separuh penduduk Amerika menilai biaya program antariksa layak dikeluarkan. Survei Harris pada 1970 mencatat 39 persen responden menilai biaya tersebut tidak sepadan, sedangkan survei NBC/AP beberapa tahun kemudian menunjukkan angkanya meningkat menjadi 41 persen.

Pandangan masyarakat kemudian berubah secara perlahan dalam beberapa dekade berikutnya. CNN mencatat survei Gallup menunjukkan dukungan terhadap manfaat program antariksa meningkat hingga mencapai 64 persen menjelang peringatan 50 tahun pendaratan manusia di Bulan.

Minat masyarakat terhadap antariksa juga tidak selalu berarti mereka ingin pergi ke sana secara langsung. Menurut survei yang dikutip CNN, pada 1955 hanya sembilan persen responden yang menyatakan ingin ikut dalam penerbangan roket pertama menuju Bulan, sedangkan survei pada periode berikutnya menunjukkan minat terhadap perjalanan ke luar angkasa semakin meningkat.

Tujuan eksplorasi manusia pun mulai bergeser dari Bulan ke kawasan antariksa yang lebih jauh. Survei AP-NORC pada 2019 menunjukkan 37 persen warga Amerika menilai pengiriman astronaut ke Mars harus menjadi prioritas utama, dibandingkan kembali ke Bulan yang dipilih oleh 18 persen responden.

Perubahan pandangan tersebut menunjukkan hubungan manusia dengan eksplorasi antariksa terus berkembang dari waktu ke waktu. Berbagai survei yang dikumpulkan CNN memperlihatkan masyarakat tidak hanya melihat antariksa sebagai ruang untuk dijelajahi, tetapi juga mulai membayangkan pariwisata antariksa dan kehidupan manusia di luar Bumi pada masa depan. (Sigit/ magang uns)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....