Memantapkan Langkah Organisasi Wujudkan Generasi Tangguh dan Berkarakter

  • 18 Agt 2026 20:30 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Organisasi bukan sekadar tempat berkumpul atau menjalankan berbagai kegiatan. Lebih dari itu, organisasi merupakan ruang untuk belajar, bertumbuh, membangun kepemimpinan, menanamkan nilai-nilai kebersamaan, serta mempersiapkan generasi yang memiliki mental tangguh dan karakter yang kuat.Penguatan organisasi Pramuka dalam membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, berkarakter, dan siap menyongsong Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2026, dalam rangka Hari Pramuka.

“ Pramuka bukan sekadar kegiatan baris-berbaris atau bernyanyi.,Pramuka menjadi sarana pembentukan karakter, antara lain ketakwaan, cinta tanah air, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, gotong royong, kepedulian, dan keteladanan, “ ujar Anik Ariastuti, S.Pd, M.Pd (Kepala SMP Negeri 1 Kalikotes) di Bincang Pagi RRI Surakarta 13 Agustus 2026.

Kak Zainal Abidin dari Kwartir Cabang Klaten menyebut kegiatan gugus depan secara umum sudah aktif, tetapi masih menghadapi persoalan rasio pembina dan peserta didik. Idealnya satu pembina menangani sekitar 20 peserta, sedangkan di lapangan bisa mencapai 1:40 atau bahkan lebih.Ia juga menekankan pentingnya kegiatan puncak seperti perkemahan, karena pendidikan Pramuka pada dasarnya berlangsung di alam terbuka. Di Klaten, sekitar 75% gugus depan tingkat Penggalang telah melaksanakan kegiatan semacam itu.

Penggunaan gadget dan teknologi membuat pola pembinaan harus lebih kreatif. Anak-anak sekarang dianggap lebih mudah mendapatkan informasi, tetapi berpotensi mengalami penurunan daya pikir, ketangguhan mental, dan kemampuan memecahkan masalah secara mandiri.Karena itu, pembina didorong mengembangkan kegiatan yang menarik tanpa meninggalkan Trisatya dan Dasa Dharma. SMP Negeri 1 Kalikotes, misalnya, mengembangkan kegiatan yang memadukan Pramuka dengan literasi, numerasi, teknologi digital, kecerdasan buatan, keterampilan hidup, kepemimpinan, kegiatan sosial, dan aktivitas alam.

SMP Negeri 1 Kalikotes memiliki pendekatan khusus dengan melibatkan wali kelas sebagai pembina Pramuka. Para guru didorong mengikuti Kursus Mahir Dasar (KMD) agar mampu membina peserta didik. Sekolah juga berkolaborasi dengan orang tua dan wali kelas untuk memantau perkembangan anak menuju Pramuka Garuda.Sedangkan Kwartir Cabang Klaten menggunakan metode seperti amazing race untuk melatih kreativitas dan kemampuan mencari solusi. Contohnya, peserta didik diberi sejumlah uang di pasar dan ditantang mencari cara agar dapat kembali ke pangkalan dengan menyelesaikan tugas tertentu. Metode ini menekankan prinsip learning by doing dan kemampuan berpikir alternatif.

“ Pramuka masih menggunakan Syarat Kecakapan Umum (SKU) sebagai standar pencapaian peserta didik, termasuk tingkatan Penggalang Ramu, Rakit, dan Terap, Ucap Zainal Abidin (Waka Binawasa Kwarcab Klaten) Selain itu terdapat Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang memberikan penghargaan atas keterampilan tertentu. Menurutnya, pencapaian tersebut dapat meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi anak.

Klaten menjadi salah satu dari 14 Kwartir Cabang di Jawa Tengah yang terlibat dalam ETK 2026. Pelaksanaan di Klaten dijadwalkan 1–2 September 2026, sebelum estafet berlanjut menuju Boyolali dan akhirnya Banyumas sebagai lokasi puncak Hari Pramuka ke-65.Rute utama di Klaten dibagi menjadi lima etape, dengan pergantian pasukan di setiap etape. Kegiatan melibatkan pasukan inti, pasukan pendukung, Pramuka Penggalang, drum band, PKK, instansi pemerintah, serta masyarakat. Sekolah-sekolah di sepanjang rute juga didorong ikut menyambut dan memeriahkan kegiatan.

Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, ETK 2026 di Klaten dirancang lebih besar dan bahkan memiliki unsur penilaian/lomba. Keterlibatan masyarakat, sekolah, pemerintah, media, serta berbagai instansi menjadi bagian penting. Salah satu kegiatan sosial yang dilakukan adalah pencabutan paku di pohon-pohon sepanjang jalan.Pramuka dipandang sebagai pendidikan karakter yang tetap relevan di tengah perkembangan teknologi, tetapi metode pembinaannya perlu menyesuaikan karakter generasi sekarang. Kreativitas, kegiatan di alam terbuka, pengalaman langsung, teknologi, dan kolaborasi dengan sekolah serta orang tua perlu dikembangkan tanpa meninggalkan nilai dasar kepramukaan.

Sementara itu, Estafet Tunas Kelapa 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan menunjukkan peran Pramuka dalam membangun generasi muda Klaten yang tangguh, terampil, mandiri, peduli, dan berkarakter. ( Ria )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....