Makna Kemerdekan Toleransi Upaya Memperkuat Persatuan

  • 13 Agt 2026 21:32 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Toleransi dan Moderasi Beragama Jadi Kunci Jaga Persatuan di Tengah Keberagaman

SURAKARTA — Toleransi dan moderasi beragama dinilai menjadi kunci dalam menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman masyarakat. Semangat kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga diwujudkan dengan menghargai perbedaan dan membangun kehidupan yang adil serta damai.

Penyuluh Agama Ahli Madya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Maghfiroh, S.Ag., mengatakan kemerdekaan memberikan kebebasan bagi masyarakat untuk menentukan masa depan dan berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa. Hal tersebut disampaikannya dalam Obrolan Siang RRI Surakarta, Selasa 11 Agustus 2026.

Menurut Maghfiroh, Indonesia memiliki keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang yang menjadi kekayaan bangsa. Karena itu, toleransi perlu diwujudkan dengan menghormati perbedaan, mau mendengarkan pendapat orang lain, bersikap adil, serta tidak menganggap diri atau kelompok sendiri paling benar.

Ia menegaskan, toleransi bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan tetap teguh menjalankan agama masing-masing sambil menghormati keyakinan orang lain. Sementara moderasi beragama menjadi cara pandang dan sikap beragama yang seimbang, tidak ekstrem, ramah, inklusif, dan penuh kasih sayang.

Maghfiroh menyebut sikap merasa paling benar, fanatisme berlebihan, konflik, perundungan, hingga penyebaran informasi palsu dan ujaran kebencian menjadi tantangan dalam menjaga persatuan. Sikap mudah mengkafirkan, menyalahkan kelompok berbeda, maupun menggunakan kekerasan juga perlu dihindari karena dapat merusak kerukunan.

Di tengah perkembangan media sosial, masyarakat juga dituntut lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Maghfiroh mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip “saring sebelum sharing”, dengan memeriksa kebenaran informasi dan tidak mudah terpancing konten provokatif maupun ujaran kebencian.

Menurutnya, pendidikan toleransi perlu dimulai dari keluarga dan diperkuat melalui lingkungan sekolah serta masyarakat. Generasi muda perlu didampingi melalui komunikasi dan diskusi dengan pendekatan seperti seorang sahabat, sementara tokoh agama, pemerintah, sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu bersama-sama memberikan keteladanan.

“Dengan toleransi dan moderasi beragama, keberagaman Indonesia dapat menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan umat, bangsa, dan negara,” ujar Maghfiroh, S.Ag., menutup Obrolan Siang yang dipandu Riandani Surya.( Ria )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....