Patung Slamet Riyadi, Simbol Sejarah Perjuangan Kota Surakarta

  • 13 Agt 2026 22:00 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta- Patung Slamet Riyadi menjadi penanda sejarah perjuangan sekaligus identitas ruang publik penting Kota Surakarta hingga kini di tengah masyarakat. Monumen tersebut berada di kawasan Gladag, dekat Benteng Vastenburg, dan menghadap koridor utama Jalan Slamet Riyadi Kota Surakarta.

Patung ini didirikan untuk menghormati Letkol Slamet Riyadi, pejuang kemerdekaan yang berperan dalam mempertahankan wilayah Negara Indonesia tercinta. Pembangunannya berlangsung sekitar sembilan belas bulan dan kemudian diresmikan pada dua belas November tahun dua ribu tujuh pemerintah kota.

Menurut Badan Promosi Pariwisata Daerah Surakarta, patung memiliki tinggi tujuh meter dengan landasan sekitar empat meter di kota. Ketentuan ketinggian monumen juga mempertimbangkan aturan Keraton Surakarta agar tidak melampaui tinggi gapura keraton setempat di wilayah tersebut.

Penelitian Universitas Sebelas Maret menunjukkan koridor Slamet Riyadi memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah perkembangan Kota Surakarta sejak dahulu. Keberadaan patung memperkuat karakter kawasan karena seni publik dapat memperkaya kualitas visual dan aktivitas ruang perkotaan masyarakat lokal.

Studi tentang kuasa simbolik patung di Surakarta menempatkan Patung Slamet Riyadi sebagai representasi simbolik penting dalam ruang publik. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa patung dapat membentuk legitimasi, citra kekuasaan, sekaligus wacana sosial masyarakat perkotaan secara luas bersama.

Dalam kehidupan masyarakat, patung berfungsi sebagai pengingat jasa pahlawan sekaligus titik orientasi kawasan pusat Kota Surakarta sehari-hari bersama. Letaknya yang strategis membuat monumen mudah dikenali masyarakat, wisatawan, maupun pengguna transportasi yang melintasi Jalan Slamet Riyadi tersebut.

Pelestarian patung perlu dilakukan bersama penataan lingkungan agar nilai sejarah, estetika, dan fungsi ruang publik tetap terjaga berkelanjutan. Patung Slamet Riyadi akhirnya bukan sekadar karya visual, tetapi simbol keberanian, pengabdian, dan memori kolektif masyarakat Surakarta masa.(Aris)

Referensi:

  1. Nugroho, A., dkk. Kuasa Simbolik Patung Ruang Publik: Studi Kasus di Wilayah Kota Surakarta. Brikolase: Jurnal Kajian Teori Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa, Vol. 10 No. 1. Penelitian ini secara khusus mengkaji Patung Slamet Riyadi sebagai salah satu patung ruang publik di Surakarta.
  2. Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Surakarta. Ikon Wisata Sejarah Solo, Monumen Patung Slamet Riyadi, 2022. Sumber resmi ini memuat lokasi, fungsi penghormatan terhadap Slamet Riyadi, waktu peresmian, ukuran patung, serta ketentuan ketinggiannya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....