Cobek dan Ulekan, Sentuhan Tradisional Bikin Sambal Makin Nikmat

  • 14 Agt 2026 11:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Cobek dan ulekan masih menjadi peralatan dapur yang lekat dengan tradisi kuliner masyarakat Indonesia. Selain digunakan untuk menghaluskan berbagai bumbu, cobek menjadi bagian penting dalam pembuatan sambal ulek yang dikenal memiliki tekstur dan aroma khas. Di tengah hadirnya peralatan dapur modern, cara tradisional ini tetap dipertahankan oleh banyak pecinta kuliner.

Cobek umumnya berbentuk seperti wadah dangkal yang digunakan sebagai tempat menghaluskan bahan makanan. Sementara ulekan digunakan untuk menumbuk dan menggesek cabai, bawang, terasi, tomat, serta berbagai bahan pelengkap lainnya. Di Indonesia, cobek dan ulekan hadir dalam berbagai bentuk dan bahan, termasuk batu, kayu, keramik, dan bahan keras lainnya.

Salah satu penggunaan cobek yang paling dikenal adalah untuk membuat sambal. Cabai dan bahan lainnya diulek hingga mencapai tingkat kehalusan sesuai selera, baik kasar maupun lebih halus. Proses tersebut membuat sambal memiliki tekstur yang berbeda dibandingkan sambal yang diolah menggunakan blender. “Menurutku saat membuat sambal enak pakai cobek, rasanya lebih sedap”, ungkap Linda Masyarakat pecinta makanan pedas.

Sejumlah sumber kuliner menyebut proses mengulek dapat menghasilkan aroma dan tekstur yang khas. Tekanan dari ulekan membantu menghancurkan bahan secara perlahan sehingga minyak alami dari cabai dan rempah dapat lebih keluar. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan sambal ulek masih digemari masyarakat.

Bahan yang digunakan untuk membuat sambal cobek juga sangat beragam. Cabai rawit, cabai merah, bawang merah, bawang putih, tomat, terasi, garam, gula, dan jeruk limau dapat diracik sesuai selera. Perpaduan bahan tersebut menghasilkan cita rasa pedas, gurih, asam, dan segar yang mampu menambah selera makan.

Sambal yang dibuat menggunakan cobek dapat disajikan bersama berbagai hidangan. Ayam goreng, ikan bakar, tahu, tempe, lalapan, hingga nasi hangat menjadi beberapa makanan yang kerap dipadukan dengan sambal ulek. Bahkan, penyajian sambal langsung di atas cobek juga memberikan kesan tradisional yang semakin kuat.

Penggunaan cobek dan ulekan tidak hanya berkaitan dengan cita rasa, tetapi juga menjadi bagian dari warisan kuliner Nusantara. Peralatan sederhana tersebut telah digunakan secara turun-temurun untuk mengolah bumbu dan rempah. Arsip RRI mencatat cobek dan ulekan sebagai simbol kearifan kuliner yang tetap bertahan di tengah perkembangan teknologi dapur modern.

Meski blender menawarkan kecepatan dan kepraktisan, cobek dan ulekan tetap memiliki penggemarnya sendiri. Proses mengulek membutuhkan waktu dan tenaga, namun justru memberikan pengalaman memasak yang lebih dekat dengan tradisi. Keberadaan cobek di dapur menjadi bukti bahwa peralatan sederhana masih mampu mempertahankan cita rasa sekaligus cerita kuliner Nusantara dari generasi ke generasi. (Fara LPU)

Sumber :

RRI.co.id, Cobek dan Ulekan: Simbol Kearifan Kuliner Nusantara

RRI.co.id, Kenapa Sambal Begitu Nikmat dengan Sentuhan Ulegkan Tangan?

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....