Mengapa Pohon Kamboja Banyak Ditanam di Pekuburan?
- 11 Agt 2026 05:31 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta-Pohon kamboja atau Plumeria kerap menjadi pemandangan yang melekat dengan suasana pekuburan di Indonesia. Bunga berwarna putih, kuning, merah muda hingga kemerahan itu tumbuh menghiasi sejumlah area pemakaman, menghadirkan kesan teduh sekaligus khas. Keberadaannya bahkan membuat sebagian masyarakat mengidentikkan kamboja sebagai “bunga kuburan”. Namun, di balik anggapan tersebut, terdapat alasan budaya dan karakter tanaman yang membuat kamboja banyak ditanam di sekitar makam.
Secara botani, kamboja merupakan tanaman dari genus Plumeria yang berasal dari kawasan Amerika Tengah dan Karibia, bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai wilayah tropis dan beradaptasi dengan baik terhadap iklim hangat. Kamboja dikenal sebagai tanaman yang relatif mudah tumbuh, dapat diperbanyak melalui stek, serta mampu bertahan pada kondisi kering. Karakter tersebut membuatnya cocok ditanam di berbagai ruang terbuka, termasuk lingkungan pemakaman.
Salah satu alasan yang sering dikaitkan dengan keberadaan kamboja di makam adalah bunganya yang memiliki aroma harum. Bunga kamboja dapat mengeluarkan aroma lebih kuat pada sore hingga malam hari. Selain memperindah lingkungan, karakter bunga yang harum turut membuat kawasan pemakaman terasa lebih asri. Sejumlah sumber juga menyebut kamboja secara tradisional ditanam di sekitar makam karena dianggap membantu mengurangi kesan kurang sedap dari lingkungan pemakaman, meskipun hal tersebut lebih tepat dipahami sebagai praktik tradisional, bukan fungsi ilmiah utama tanaman.
Di luar pertimbangan lingkungan, kamboja juga memiliki makna budaya yang berbeda-beda di Indonesia. Di Bali, misalnya, kamboja atau dikenal sebagai kembang jepun memiliki peran penting dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan. Sementara di sejumlah daerah lain, bunga kamboja lebih dikenal karena keberadaannya di pemakaman. Karena sering tumbuh di sekitar pusara, tanaman tersebut kemudian memperoleh simbol sosial sebagai bagian dari suasana penghormatan dan kenangan terhadap orang yang telah meninggal.
Anggapan bahwa pohon kamboja di makam selalu berkaitan dengan hal-hal mistis juga perlu ditempatkan secara bijak. Keberadaan tanaman tersebut dapat dijelaskan melalui karakter biologisnya yang mampu tumbuh di daerah tropis, mudah dirawat, berbunga indah, serta memiliki aroma khas. Sementara makna simbolisnya terbentuk melalui kebiasaan dan budaya masyarakat yang berlangsung dari waktu ke waktu. Dengan demikian, kamboja di pemakaman tidak semata-mata dapat dipandang dari sisi mitos, tetapi juga dari aspek lingkungan, estetika, tradisi dan sejarah kebudayaan.
Pada akhirnya, pohon kamboja di pekuburan menjadi bagian dari lanskap yang memiliki cerita tersendiri. Bunga yang jatuh di antara pusara seolah menghubungkan keindahan alam dengan ingatan manusia terhadap orang-orang yang telah tiada. Di balik kesederhanaannya, kamboja memperlihatkan bagaimana sebuah tanaman dapat memiliki nilai lebih dari sekadar penghias lingkungan. Ia menjadi simbol yang tumbuh bersama tradisi, menghadirkan suasana teduh, harum dan tenang di tempat manusia mengenang perjalanan hidup.(Tono_LPU).
Referensi laman:
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....