Terapkan Ekonomi Sirkular, Ubah Botol Bekas Menjadi PET Flakes Bernilai Tinggi
- 05 Agt 2026 19:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sukoharjo - Tumpukan botol bekas air mineral yang sebelumnya dianggap sebagai sampah kini memiliki nilai ekonomi setelah diolah di pabrik pencacah plastik milik BSI BUMDes Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo. Fasilitas tersebut mampu memproduksi hingga tiga ton PET flakes setiap hari sebagai bahan baku industri daur ulang.
Direktur BSI BUMDes Mulur, Adi Prihanto, mengatakan pengolahan botol plastik dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah sampah sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan. Menurutnya, botol bekas yang semula hanya dijual sebagai barang rongsokan kini memiliki nilai jual lebih tinggi setelah diproses menjadi PET flakes.
Sementara itu Sugeng Riyadi, Kepala Desa Mulur Bendosari Sukoharjo menjelaskan proses produksi diawali dengan pemilahan botol berdasarkan jenis dan warna plastik agar hanya material PET yang diproses lebih lanjut. Setelah itu, tutup botol, cincin leher, dan label dipisahkan karena berasal dari jenis plastik yang berbeda sehingga tidak mencemari hasil akhir.
“Botol yang telah dipilah kemudian dicacah menggunakan mesin hingga menjadi serpihan kecil atau PET flakes,” kata Sugeng. Serpihan tersebut dicuci, dipisahkan dari kontaminan, dikeringkan, dan melalui pengendalian mutu sebelum dikemas.
Sugeng mengatakan PET flakes yang memenuhi standar kualitas dipasarkan sebagai bahan baku bagi berbagai industri daur ulang di sejumlah daerah.” Material tersebut diolah kembali menjadi serat poliester, kemasan plastik, tali strapping, hingga berbagai produk plastik lainnya,” ujarnya
Tidak hanya menghasilkan PET flakes, seluruh bagian botol bekas juga dimanfaatkan sehingga hampir tidak ada material yang terbuang. Tutup botol, cincin leher, label plastik, dan residu hasil pemilahan dipisahkan sesuai jenisnya untuk dijual kembali kepada industri yang mengolah plastik non-PET.
Lebih lanjut Direktur Bumdes Adi Prihanto menjelaskan pengelolaan tersebut menunjukkan penerapan ekonomi sirkular yang mengembalikan sampah ke dalam rantai produksi sebagai sumber daya baru. Model ini sekaligus membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan sampah.
Keberadaan pabrik pencacah plastik BSI BUMDes Mulur menjadi bukti bahwa desa mampu mengembangkan industri pengolahan sampah yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara bersamaan. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....