Kamitetep ternyata Larva Ngengat, Ini Fakta Ilmiahnya
- 04 Agt 2026 13:07 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta- Kamitetep yang kerap ditemukan menempel di dinding rumah sering kali dianggap sebagai serangga pengganggu atau bahkan dikira kepompong. Padahal, berdasarkan penjelasan University of Florida Institute of Food and Agricultural Sciences (UF/IFAS), kamitetep merupakan fase larva dari kelompok ngengat yang dikenal sebagai bagworm dan termasuk dalam famili Psychidae.
Dalam publikasi UF/IFAS Maret 2025 disebutkan famili Psychidae terdiri atas sekitar 1.000 spesies yang tersebar di berbagai belahan dunia. Ciri khas kelompok ini adalah seluruh larvanya hidup di dalam kantong pelindung (bag) yang dibuat sendiri dari benang sutra yang dipadukan dengan potongan daun, ranting, debu, atau material lain di sekitarnya.
| Baca juga: Video Purbaya Bagi Dana Iduladha Rekayasa AI |
Kantong tersebut bukan sekadar tempat berlindung, tetapi juga berfungsi sebagai kamuflase dari predator. Saat mencari makan, larva akan mengeluarkan kepala dan sebagian tubuhnya dari salah satu ujung kantong, kemudian menarik seluruh kantong saat berpindah tempat. Seiring pertumbuhannya, ukuran kantong juga akan bertambah karena terus diperbesar oleh larva.
UF/IFAS menjelaskan bahwa bagworm mengalami metamorfosis sempurna yang meliputi empat tahap, yaitu telur, larva, pupa, dan ngengat dewasa. Setelah mencapai ukuran tertentu, larva berhenti makan dan berubah menjadi pupa di dalam kantong yang melekat kuat pada permukaan seperti batang pohon, ranting, maupun dinding bangunan.
Keunikan lain terdapat pada fase dewasanya. Pada sebagian besar spesies bagworm, ngengat betina tidak memiliki sayap sehingga tetap berada di dalam kantong sepanjang hidupnya. Sebaliknya, ngengat jantan memiliki sayap dan akan keluar dari kantong untuk terbang mencari pasangan sebelum proses perkawinan berlangsung.
Beberapa spesies bagworm diketahui memakan daun berbagai jenis tanaman. Bahkan, spesies Thyridopteryx ephemeraeformis atau common bagworm mampu memanfaatkan lebih dari 50 famili pohon dan semak sebagai tanaman inang. Serangan dalam jumlah besar dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan merusak nilai estetika, terutama pada tanaman hias dan tanaman hijau sepanjang tahun.
Meski demikian, keberadaan kamitetep yang ditemukan di rumah tidak berarti selalu membahayakan manusia. Bagworm tidak menggigit maupun menyengat. Namun, pada sebagian orang, kontak dengan rambut halus atau sisa tubuh larva dapat memicu iritasi atau reaksi alergi pada kulit sehingga muncul bentol dan rasa gatal.
Menjaga kebersihan rumah menjadi salah satu langkah untuk mengurangi keberadaan kamitetep. Membersihkan debu, sarang laba-laba, dan mengangkat kantong yang menempel di dinding atau plafon dapat membantu mengurangi populasinya. Dengan memahami bahwa kamitetep merupakan larva ngengat, masyarakat diharapkan dapat mengenali karakteristiknya dengan benar dan mengambil langkah penanganan yang tepat. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....