BBM atau Listrik, Semua Mempunyai Peranan Masing-masing

  • 31 Jul 2026 14:22 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia menjelaskan bahwa pemerintah tidak menempatkan satu teknologi kendaraan sebagai lawan dari teknologi lainnya dalam upaya menekan emisi karbon. Menurutnya, seluruh teknologi mempunyai peran masing-masing selama mampu mendukung transisi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional.

Transformasi menuju kendaraan rendah emisi di Indonesia telah berlangsung lebih cepat dari perkiraan. Pada semester I 2026, penjualan kendaraan elektrifikasi mencapai 117 ribu unit atau tumbuh 69,4 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Meski demikian, Agus menegaskan pemerintah tidak akan mengarahkan industri hanya pada satu jenis teknologi. Mengutip dari www.kumparan.com , "Kami tidak dalam posisi menempatkan satu teknologi sebagai lawan dari teknologi yang lain," kata Agus.

Kendaraan listrik berbasis baterai, kendaraan hybrid, mesin pembakaran internal yang semakin efisien, dan pemanfaatan biodiesel atau bioetanol merupakan terobosan baru. Tujuannya agar emisi yang dihasilkan bisa lebih rendah dan ketahanan energi menjadi lebih kuat.

Lebih lanjut, Agus mengingatkan bahwa transisi energi harus berjalan beriringan dengan penguatan industri nasional. Ia menilai, elektrifikasi tanpa pendalaman industri hanya akan menciptakan ketergantungan baru terhadap produk impor.

Transisi yang tidak disertai pendalaman industri hanya akan memindahkan ketergantungan dari satu bentuk impor ke bentuk impor lainnya. Hal tersebut bukan sebuah transformasi, tetapi hanya sebuah pergantian ketergantungan.

Fokus pemerintah saat ini ialah mendukung tercapainya tujuan pengurangan emisi. Hal tersebut tidak diperuntukkan menentukan salah satu teknologi yang akan menjadi pemenangnya. (Rifqi Nadhif)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....