Ubur-Ubur Irukandji: Si Mungil yang Mematikan

  • 29 Jul 2026 16:13 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Di alam terdapat banyak sekali hewan dengan kemampuan adaptasi yang unik. Tidak hanya unik, alam juga memiliki hewan yang berbahaya sekalipun kecil, salah satunya adalah ubur-ubur Irukandji, spesies ubur-ubur yang hanya seukuran kuku kita. Meski hanya seukuran kuku, sengatnya dapat menempatkan kita pada kondisi serius yang mengancam nyawa.

Dikutip dari a-z animals, Carukia Barnesi atau lebih lebih umum dikenal sebagai ubur-ubur Irukandji masuk dalam kelompok ubur-ubur kotak (Cubozoa), ukuran loncengny hanya sekitar 1-2,5 cm, namun mereka memiliki tentakel yang dapat memanjang hingga 1 meter. Ia lebih dikenal dengan julukan Irukandji karena efek sengatannya dapat mengakibatkan sindrom Irukandji.

Sindrom irukandji sendiri adalah kondisi menyakitkan yang disebabkan oleh sengatan Irukandji dan berpotensi mematikan. Dikutip website NCBI (Erwin L. Kong, 2023), biasanya, sengatan Irukandji hanya menunjukan gejala ringan diawal. Gejala sebenarnya akan terasa di 30 menit pertama. Namun, kemunculan gejala ini bisa bervariasi antara 5-120 menit.

Setelah 30 menit pertama, gejala sebenarnya dari sengatan ubur-ubur ini akan mulai terasa. Dikutip dari britannica, racun irukandji dapat menyebabkan kram otot parah, sakit punggung, muntah, dan perasaan cemas berlebih. Bahkan dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan edema paru, gagal jantung, dan pendarahan otak.

Dikutip dari Australian Geographic, ubur-ubur ini tersebar dan dapat ditemukan di perairan pantai di Australia utara, Geraldton di barat laut Australia, hingga Bundaberg di timur laut Queensland. Namun beberapa waktu terakhir wilayah sebarannya meluas yang kemungkinan besar karena faktor iklim.

Irukandji menjadi contoh menarik bahwa ukuran tubuh tidak selalu menentukan tingkat bahaya suatu hewan. Di alam, banyak makhluk kecil yang memiliki kemampuan bertahan hidup luar biasa, termasuk menghasilkan racun sebagai alat perlindungan diri. Meski terkenal berbahaya, irukandji tidak menyerang manusia secara aktif. Kontak dengan mereka biasanya hanya terjadi ketika manusia tidak sengaja berada di habitat mereka. (Azzam LPU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....