BPBD Karanganyar Ingatkan Apa yang harus Diwaspadai pada Musim Kemarau
- 24 Jul 2026 19:28 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama terhadap potensi kebakaran lahan akibat aktivitas membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar. Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan mengingat laporan kebakaran lahan mulai bermunculan di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Karanganyar, Farid Teguh Prabowo, S.STP., M.M., mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang dibandingkan biasanya. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran lahan sekaligus kekeringan di sejumlah wilayah.
"Kami terus mengedukasi masyarakat agar mengurangi aktivitas membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar, karena risikonya sangat besar saat musim kemarau," ujarnya dalam program Jagongan Pro4 RRI Surakarta, Kamis, 23 Juli 2026
Farid menjelaskan, sejumlah laporan yang diterima BPBD dalam beberapa waktu terakhir didominasi kebakaran lahan kosong yang kemudian merembet hingga mendekati permukiman warga. Menurutnya, kebakaran umumnya dipicu api yang ditinggalkan saat proses pembakaran, kemudian membesar akibat embusan angin yang cukup kencang selama musim kemarau.
Selain ancaman kebakaran, BPBD juga memetakan potensi kekeringan di 11 kecamatan di Kabupaten Karanganyar. Beberapa wilayah yang masuk inventarisasi daerah rawan penurunan debit air antara lain Kelurahan Lalung dan Jantiharjo di Kecamatan Karanganyar, Desa Bakalan, Jumapolo, dan Kedawung di Kecamatan Jumapolo, serta Desa Krendowahono, Bulurejo, dan Rejosari di Kecamatan Gondangrejo. Meski demikian, hingga saat ini BPBD belum menerima laporan adanya sumur warga yang mengering.
Farid menambahkan, masyarakat juga perlu mewaspadai angin kencang yang kerap terjadi pada musim kemarau. Ia mengimbau warga tidak berteduh di bawah pohon saat angin bertiup kencang karena berisiko tertimpa dahan maupun pohon yang telah lapuk. "Kalau ada angin kencang, sebaiknya berlindung di dalam bangunan yang aman, jangan di bawah pohon," katanya.
Dalam upaya mitigasi, BPBD Karanganyar terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan kebencanaan, serta instansi terkait untuk mengantisipasi dampak musim kemarau. Selain melakukan pemetaan wilayah rawan, BPBD juga mengintensifkan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga agar tidak lagi mengandalkan pembakaran di lahan terbuka yang berpotensi memicu kebakaran.
Farid berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam mencegah bencana dengan mengubah kebiasaan membakar sampah dan lebih memperhatikan faktor keselamatan saat musim kemarau. (Hil)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....