Dishub Surakarta Tata Distribusi Sembako melalui Program Lentera Pangan

  • 24 Jul 2026 07:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta meluncurkan program Lentera Pangan. Inovasi baru tersebut sebagai upaya menata distribusi logistik bahan kebutuhan pokok agar lebih tertib, efisien, dan tetap menjamin kelancaran pasokan sembako di Kota Solo.

Kepala Dishub Kota Surakarta, Taufik Muhammad, S.SiT., M.T. dalam Bincang Pagi pro 1 Surakarta, Rabu 22 Juli 2026 menjelaskan, program ini mengatur kendaraan angkutan sembako. Khususnya truk berbobot di atas 5,5 ton, melalui pengaturan rute, jam operasional, serta sistem perizinan berbasis digital sehingga distribusi dapat berlangsung tanpa mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Taufik mengatakan pelaksanaan Lentera Pangan didukung aplikasi SIDJAKA yang memudahkan proses pengajuan izin secara daring. “Melalui aplikasi tersebut, pengemudi maupun perusahaan angkutan memperoleh rute perjalanan sesuai ketentuan sekaligus mempermudah pengawasan oleh petugas,” kata Taufik.

Lebih lanjut Kadishub mengatakan selain mengatur jalur distribusi, Dishub juga melakukan pengawasan terhadap kepatuhan kendaraan logistik dalam mematuhi rute dan waktu operasional yang telah ditetapkan. “Kami berharap langkah ini mampu mengurangi potensi kemacetan di ruas-ruas jalan utama Kota Surakarta,” ujarnya

Menurut Dishub, distribusi bahan kebutuhan pokok tetap menjadi prioritas sehingga pengaturan dilakukan bukan untuk membatasi kendaraan logistik masuk kota, melainkan memastikan proses distribusi berjalan lebih aman, tertib, dan efisien.

Sementara itu, akademisi bidang transportasi Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet) Sukoharjo Ir Tantin Pristyawati, S.T., A.T. menilai penataan distribusi logistik merupakan bagian penting dari manajemen transportasi perkotaan. “Pengaturan rute dan waktu operasional kendaraan barang trsebut dapat meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus menjaga efisiensi distribusi, selama disusun berdasarkan data pergerakan kendaraan dan kebutuhan riil di lapangan,” ucap Tantin.

Tantin menambahkan, pemanfaatan aplikasi digital seperti SIDJAKA merupakan langkah positif menuju sistem transportasi cerdas (Intelligent Transportation System/ITS). Namun, teknologi perlu didukung keandalan jaringan, pembaruan data secara real time, serta kesiapan petugas di lapangan. Apabila terjadi gangguan pada sistem, harus tersedia prosedur operasional cadangan agar distribusi logistik tetap berjalan tanpa mengganggu pasokan pangan maupun arus lalu lintas.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi berkala dengan melibatkan pelaku usaha, pengemudi angkutan, dan masyarakat. “Dengan evaluasi tersebut, pemerintah dapat mengukur efektivitas kebijakan, mengidentifikasi kendala implementasi, serta menyempurnakan pengaturan rute, jam operasional, dan pemanfaatan teknologi sesuai dinamika transportasi di Kota Surakarta.” Ujar Tantin.

Melalui inovasi ini, Kadishub kota Surakarta berharap distribusi sembako semakin lancar, kemacetan akibat kendaraan logistik dapat ditekan, serta masyarakat memperoleh manfaat berupa ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang tetap terjaga dan mudah diakses. (Wiwik)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....