Modus Baru Phishing Bantuan DAP Australia Catut Tokoh Agama di TikTok
- 22 Jul 2026 11:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sebuah video manipulatif kembali meresahkan pengguna platform TikTok setelah dibagikan oleh akun "pdt..norman.ambar72" dengan narasi program Bantuan Direct Aid Program (DAP) Australia. Dalam rekaman visual tersebut, pelaku menyisipkan berbagai tagar keagamaan guna membangun kepercayaan publik agar mau mengikuti instruksi pendaftaran bantuan dana hibah fiktif.
Meski interaksi digitalnya relatif terbatas hingga pertengahan Juli, penyebaran video rekayasa ini membawa ancaman siber yang terstruktur bagi pengguna medsos yang kurang teliti. Pola penyebaran ini sengaja memanfaatkan tokoh keagamaan demi menyasar kelompok masyarakat tertentu agar terjebak dalam perangkap pencurian data.
Melansir Trunbackhoax.id, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo telah melakukan verifikasi menyeluruh. Penelusuran arsip menunjukkan bahwa materi ini merupakan Hoaks Daur Ulang (HDU) yang sengaja dihembuskan kembali untuk menjaring korban baru di media sosial.
Saat tautan yang dicantumkan dalam unggahan diakses, sistem tidak mengarahkan pengguna ke domain resmi melainkan ke formulir digital yang meminta data KTP serta nomor Telegram. Pelamar yang melanjutkan proses bahkan diminta memasukkan kode verifikasi Telegram, yang mengindikasikan kuat adanya modus phishing untuk mengambil alih akun pribadi.
| Baca juga: Penipuan Lowongan Kerja Alfamidi di TikTok |
Uji keaslian audiovisual kemudian dilakukan dengan mengunggah sampel video ke platform deteksi kecerdasan buatan, Hive Moderation. Pemindaian sistem mengonfirmasi bahwa audio dalam video tersebut merupakan rekayasa deepfake berbasis AI dengan tingkat probabilitas kebohongan mencapai 94,5 persen.
Langkah klarifikasi tingkat instansi dilakukan dengan menelusuri penjelas resmi Kementerian Agama melalui laman kemenag.go.id. Direktorat Jenderal Bimas Kristen Kemenag secara tegas membantah memiliki program penyaluran dana bantuan dari Pemerintah Australia sebagaimana yang diklaim dalam video tersebut.
Dengan tidak adanya keterkaitan program resmi dan ditemukannya unsur manipulasi teknologi, konten pendaftaran bantuan ini dipastikan sebagai fabricated content. Sikap hati-hati terhadap permintaan kode OTP maupun data sensitif di media sosial merupakan langkah mitigasi terdepan agar ruang digital masyarakat tetap aman dari kejahatan phishing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....