Akun Loker Palsu Catut Nama PT Nindya Karya di TikTok

  • 30 Jun 2026 14:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sebuah akun TikTok dengan nama “lokerblog.id” menyebarkan video promosi lowongan kerja palsu yang mengatasnamakan perusahaan BUMN PT Nindya Karya. Unggahan tersebut secara agresif mengajak para pencari kerja untuk mendaftarkan diri secara gratis melalui tautan eksternal yang disematkan pada profil mereka.

Hingga akhir Juni, taktik manipulatif ini terbukti telah menjebak perhatian netizen dalam skala yang cukup masif di platform tersebut. Tercatat ada ratusan tanda suka dan ratusan interaksi bagikan ulang dari para pengguna digital yang tergiur oleh iming-iming karier instan.

Merespons potensi kebocoran data publik, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) langsung melakukan uji klinis digital terhadap tautan tersebut. Ketika ditelusuri, link tersebut justru melempar pengguna ke sebuah formulir asing yang mencurigakan dan memaksa pengisian data sensitif seperti nomor Telegram.

Melansir laman TunrBackHoax, setelah dikonfirmasi dengan rekam jejak digital perusahaan, pengumuman lowongan yang disebarkan akun tersebut sama sekali tidak sinkron. Pihak PT Nindya Karya memang sempat membuka rekrutmen resmi, namun periode pendaftaran tersebut sudah resmi ditutup sejak akhir Mei lalu.

Validasi final juga dilakukan dengan memantau langsung infrastruktur digital utama korporasi lewat situs web resmi mereka di nindyakarya.co.id. Hasil pemantauan sistem karir internal menunjukkan bahwa pihak manajemen saat ini sedang tidak membuka lowongan kerja baru untuk posisi umum.

Praktik pengumpulan data pribadi berkedok lowongan kerja palsu di media sosial seperti ini kian marak dan mengancam privasi para pencari kerja. Publik diimbau untuk selalu memvalidasi informasi ketenagakerjaan hanya lewat kanal resmi perusahaan demi menghindari potensi kejahatan siber.

Unggahan video yang menawarkan tautan lowongan kerja di PT Nindya Karya ini merupakan konten tiruan (impostor content). Modus penipuan ini sengaja menduplikasi nama besar BUMN untuk menjaring data pribadi masyarakat secara ilegal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....